Jelang Galungan, Pemkab Tabanan Tak Gelar Pasar Murah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan tak akan menggelar kegiatan pasar murah menjelang hari raya Galungan yang menjadi agenda rutin tahunan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan tak akan menggelar kegiatan pasar murah menjelang hari raya Galungan yang menjadi agenda rutin tahunan. Kondisi tersebut lantaran anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan pasar murah ini telah habis.

Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan Disperindag Tabanan, Gusti Ngurah Wirawan, Selasa (8/9) kemarin, mengungkapkan, tahun ini untuk kegiatan rutin pasar murah jelang Galungan ditiadakan. Kondisi tersebut menyusul refocusing anggaran sebelumnya yang dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19, sehingga kondisi tersebut membuat sejumlah kegiatan rutin salah satunya pasar murah tidak bisa diadakan karena anggarannya telah habis.

“Biasanya setiap tahun ada empat kegiatan rutin pasar murah yang digelar, termasuk untuk momen Galungan. Sayangnya, karena anggaran kegiatan telah habis, pasar murah jelang Galungan ini tidak bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Kata Wirawan, bercermin dari kondisi tersebut maka penyelenggaran kegiatan yang sama untuk hari raya lainnya tahun ini juga berpotensi ditiadakan. Pengalaman sebelumnya, penyelenggaran untuk kegiatan pasar murah per hari raya rata-rata menelan anggaran mencapai Rp 45 juta untuk dua kali kegiatan di tempat berbeda.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Tabanan Ni Wayan Primayani menambahkan, tahun ini untuk kegiatan pasar murah ditiadakan. Meski begitu, secara umum jelang hari raya Galungan sebagian besar harga kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Tabanan berada dalam kondisi stabil. Contohnya, beras kualitas premium masih stabil di level Rp 12.000 per kg, beras medium Rp 11.000 per kg.

Hal sama berlaku pada sayur-sayuran yang masih stabil saat ini. Diantaranya, sayur kol stabil Rp 4.000 per kg, sawi putih Rp 5.000 per kg, wortel Rp 12.000 per kg, sedangkan untuk kentang naik tipis dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 14.000 per kg saat ini. Sementara itu, harga hasil perkebunan untuk bawang merah kualitas I masih stabil Rp 24.000 per kg, bawang merah kualitas II stabil Rp 20.000 per kg dan bawang putih kualitas I stabil Rp 22.000 per kg.

“Pada hasil perkebunan yang mengalami lonjakan terjadi pada cabai merah besar Rp 12.000 per kg naik menjadi Rp 22.000 per kg, cabai merah kecil kualitas I dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg dan cabai merah kecil kualitas II dari dari Rp 16.000 per kg menjadi Rp 19.000 per kg saat ini,” bebernya. *man

BAGIKAN