Jasa Transportasi menuju Titik Nol, ”Travel” malah sudah tak Bergerak  

Pandemi covid-19 telah berdampak pada jasa transportasi di Bali baik untuk angkutan umum terlebih lagi travel.

TITIK NOL - Sejumlah armada travel dan AKAP yang terparkir rapi karena tak ada pergerakan. Jasa transportasi menuju titik nol.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pandemi covid-19 telah berdampak pada jasa transportasi di Bali baik untuk angkutan umum terlebih lagi travel. Bukan sekadar penurunan semata, pergerakan jasa transportasi pun tengah menuju titik nol, terutama travel yang sudah tak mampu bergerak.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) I Ketut Edy Dharma Putra, mengatakan, untuk jasa angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) memang saat ini masih bisa beroperasi. Namun tidak begitu banyak, terlebih lagi ada larangan masuk di beberapa daerah termasuk Bali.

“Kondisi saat ini, angkutan yang keluar sih masih banyak, yang masuk ke Bali sedikit. Larangan itu membuat mobilitas orang terbatas, sehingga jasa transportasi pun sepi,” ujarnya.

Tidak hanya AKAP, angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) juga dikatakannya mengalami penurunan drastis. Larangan keluar rumah dan berkumpul membuat mobilitas masyarakat terbatas, sehingga penggunaan jasa transportasi sangat rendah. Menurutnya, persentase yang bisa jalan sangat rendah dan bisa dikatakan menuju titik nol.

Terlebih lagi untuk jasa travel, baik lokal ataupun wisatawan mancanegara, sudah tak mampu bergerak lagi. Hal ini dikarenakan pariwisata Bali yang memang sedang beristirahat. Edy mengatakan sudah tidak ada operasional travel saat ini. “Kondisi memang lagi stagnan, karena memang tidak ada permintaan,” jelasnya.

Edy berharap, situasi ini segera berakhir. Ke depannya, jika kondisi sudah normal kembali, pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan promosi untuk memulihkan segera mobilitas pelayanan transportasi. *wid

BAGIKAN