Jarak Diatur, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli

Pasar Kumbasari yang sebelumnya sempat menjadi klaster penyebaran covid-19 kini penerapan protokol kesehatan kian diperketat, terutama pengaturan jarak pedagang yang sebelumnya kerap menimbulkan kesan berkerumun.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pasar Kumbasari yang sebelumnya sempat menjadi klaster penyebaran covid-19 kini penerapan protokol kesehatan kian diperketat, terutama pengaturan jarak pedagang yang sebelumnya kerap menimbulkan kesan berkerumun. Namun pengaturan jarak pedagang yang kini sebagian dipindahkan ke area parkir Pasar Badung menuai keluhan dari pedagang. Hal ini karena pembeli kian sepi.

Keluhan terutama ditimbulkan dari pedagang di lantai 1 dan 2 Pasar Badung yang menjual produk sejenis dengan pedagang Pasar Kumbasari yang pindah ke area parkir Pasar Badung. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pedagang bumbu dapur, Wandri. Dia mengatakan, dengan adanya pedagang di luar (area parkir), pelanggan enggan untuk masuk ke area Pasar Badung, sehingga penjualannya pun kian menurun.

Meski jam buka pedagang Kumbasari sudah diatur, menurutnya, tetap saja beberapa pedagang masih ada yang buka melebihi jam tersebut, sehingga pelanggan Pasar Badung dikatakannya lebih memilih memanfaatkan pedagang di area parkir dengan akses yang lebih mudah. “Pukul 06.00 sudah tutup harusnya mereka, tapi tetap masih ada yang buka,” ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan pedagang buah di lantai 2, Sang Ayu. Dia mengatakan, pelanggan tentunya enggan untuk naik ke lantai 2, mengingat di area parkir sudah ada pedagang yang berjualan.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur Perumda Pasar Sewakadarma AAN Yuliartha, menjelaskan, pemindahan sebagian pedagang Pasar Kumbasari ke area parkir Pasar Badung dikatakannya telah mendapat izin dari Wali Kota Denpasar. Pemindahan pedagang Pasar Kumbasari dilakukan untuk memberikan jarak, karena kerumunan yang ditimbulkan selama ini menjadi sorotan sebagai salah satu penyebab penyebaran covid-19. “Dalam hal ini kami memisahkan antara pedagang basah (ikan dan daging) dengan pedagang kering. Pedagang kering yang terdiri atas pedagang sayur, bumbu dapur dan sebagainya, kami tempatkan di area parkir Pasar Badung dengan jarak yang diatur sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Yuiartha menjelaskan, terkait jam buka-tutup pedagang Pasar Kumbasari pun telah diatur, terutama waktu tutup di pagi hari agar tidak terjadi gesekan dengan pedagang Pasar Badung. Sebelumnya pedagang Pasar Kumbasari tutup pukul 08.00, namun saat ini hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 06.00 pagi.

Dikatakannya, antara pedagang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari sudah memiliki pelanggan tersendiri. Terkait dengan sepinya pembeli, hal ini sudah terjadi sejak April lalu yang disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. “Kami harap ini tidak dijadikan alasan oleh pedagang dan ini hanya sementara. Jika nanti vaksin sudah ditemukan, penanganan covid-19 tuntas, pedagang Pasar Kumbasari akan kembali ke tempat sebelumnya,” imbuh Yuliartha. *wid 

BAGIKAN