Jamu Wisatawan Saat Nataru, DTW Wajib Terapkan Program CHSE

Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mensosialisasikan Program Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE)  kepada industri pariwisata. Kadisparda Gianyar AA. Gde Putrawan Selasa (29/12)

WISATAWAN - Wisatawan domestik yang meramaikan daya tarik wisata di Gianyar saat Liburan Nataru.

Gianyar (bisnisbali.com) – Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mensosialisasikan Program Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE)  kepada industri pariwisata. Kadisparda Gianyar AA. Gde Putrawan Selasa (29/12) mengatakan daya tarik wisata (DTW) yang menjamu wisatawan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) wajib menerapkan program CHSE.

Saat liburan Natal sudah mulai terlihat wisatawan domestik (wisdom) yang mendatangi kawasan wisata di Gianyar. Mereka di antara menginap dan ada juga sekadar mengunjungi objek dan daya tarik wisata di Gianyar.  Putrawan menjelaskan, berdasarkan data objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gianyar terlihat peningkatan kedatangan wisatawan sejak Kamis (24/12). Peningkatan kunjungan wisatawan mencapai angka 10 persen.

Dipaparkannya, kemungkinan puncak kedatangan wisatawan domestik saat liburan Tahun Baru. Petugas di DTW secara konsisten menerapkan protokol ksehatan di bantu oleh satgas covid kabupaten. DTW saat libur Nataru wajib menerapkan program CHSE. Standar CHSE juga sebagai bagian penerapan standar protokol Kesehatan. Sertifikasi CHSE yang telah diberikan sebelumnya kepada DTW berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Industri pariwisata di Gianyar wajib menerapkan standar CHSE karena  sudah diatur dalam  Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata dan Ekonomi Krearif No 13 Tahun 2020 tentang Standardisasi dan Sertifikasi  CHSE,” jelasnya.

Marketing Manager Bali Safari Park, Inneke membenarkan Bali Safari saat Liburan Nataru cukup banyak diramaikan wisatawan domestik (wisdom).  Wisdom antara lain berasal dari Jakarta, Surabaya dan kota lainnya di Indonesia. Saat berlibur di Bali mereka menyempatkan datang berkunjung ke Bali Safari guna melihat berbagai jenis satwa.

Inneke menjelaskan ada peningkatan kedatangan pengunjung saat liburan Nataru. Hanya saja, kedatangan pengunjung ini belum memenuhi setengah kapasitas Bali Safari.

Saat liburan Nataru Bali Safari Park sangat ketat menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dan penerapan standar CHSE secara ketat. Ini seperti pemakaian masker, mencuci tangan atau penyedian hand sanitaizer, social distancing, penyemprotan public area dengan desinfektan. *kup

BAGIKAN