Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

Menjaga ketahanan pangan di tengah kondisi pandemic covid-19 sekaligus memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru atau Tabanan Aman dan Produktif, Kabupaten Tabanan berencana akan mendata lahan tidur.

BANTUAN - Bupati Eka menyerahkan bantuan ke para pelaku sektor formal.

Tabanan (bisnisbali.com) –Menjaga ketahanan pangan di tengah kondisi pandemic covid-19 sekaligus memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru atau Tabanan Aman dan Produktif, Kabupaten Tabanan berencana akan mendata lahan tidur. Lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sehingga menjadi produktif untuk ditanami sejumlah komoditi pangan.

“Selama ini di Tabanan ada banyak lahan tidur yang berpotensi bisa dimanfaatkan. Termasuk nanti kami juga akan data lahan tidur yang ada di Pupuan untuk kemudian mendata komoditi pertanian apa saja yang cocok dikembangkan di sana. Begitu juga lahan tidur yang ada di daerah lainnya,” tutur Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, di sela-sela pembagian bibit cabai dan beras kepada sektor formal di Gedung Mario Tabanan, Rabu (22/7).

Dijelaskan, lahan tidur ini akan dikembangkan sejumlah komoditi pertanian, seperti umbi-umbian, maupun jenis sayuran. Nanti polanya, pemanfaatan lahan tidur tersebut akan dikerjasamakan dengan pemilik lahan sehingga dari kerja sama tersebut minimal bisa ikut menjaga ketahanan pangan karena dari produksi yang ada tidak perlu lagi untuk membeli di pasaran.

“Intinya kita secara bersama-sama harus bergotong royong di tengah pandemic covid-19 ini,” tuturnya.

Jelas Eka, semangat gotong royong ini juga ditunjukan dengan stimulus memberikan bantuan bibit tanaman cabai, beras hingga kursi roda yang semua itu memanfaatkan dana di luar APBD. Katanya, dari stimulus bibit cabai ini, mereka (penerima bantuan) akan mendapatkan harga jual yang lumayan pada saat panen nanti dan tidak menutup kemungkinan dari hasil yang didapat mereka bisa kembangkan lagi dengan bibit lainnya.

“Kini saatnya untuk lebih tertarik pulang kampung memanfaatkan pekarangan, jika tidak memiliki lahan yang luas bisa mengembangkan dengan bertani secara hidroponik untuk bercocok tanam,” ujarnya.

Sambungnya, di tengah pandemic ini minimal ketahapan pangan mandiri keluarga bisa terwujud. Semisal, sayuran, cabai, bahan bumbu dapur yang tidak perlu membeli lagi, namun terpenuhi dari hasil panen sendiri. Begitu pula, jamu-jamuan untuk memenuhi kebutuhan imun tubuh juga tidak perlu lagi membeli.

“Itu saja sudah dua hal terpenuhi, yakni ketahanan pangan dan ketahan imun tubuh. Jika dua hal ini menghasilkan, ketahanan ekonomi mereka juga terjaga dan ketahanan mental juga akan menjadi sehat, sehingga tidak berpikir pendek, dan tidak mudah putus asa. Sebab, hidup ini adalah perjuangan,” tandasnya.

Selain itu Bupati Eka juga berpesan yang namanya bencana, pandemic maupun wabah selalu ada di setiap zaman. Bedanya, hanya kemasannya saja. Misalnya, dulu ada bencana gunung meletus yang juga berimbas pada banyak orang. Artinya, dengan semangat gotong-royong salah satunya melalui kegiatan ini bersama-sama untuk peduli atau empati sebagai masyarakat Tabanan atau masyarakat di mana saja untuk berbagai kasih atau menambung karma kebaikan. *man

BAGIKAN