NUSA PENIDA - Panorama salah satu pantai di Nusa Penida yang menjadi daya tarik wisatawan.

Kabar baik menerpa insan pariwisata Indonesia khususnya Bali. Kepulauan Nusa Penida yang berada di wilayah Kabupaten Klungkung dinyatakan sebagai destinasi backpacker terbaik di dunia versi HostelWorld. Namun di balik pengakuan ini, Nusa Penida masih terus ditata oleh pemda setempat agar menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang. Apa saja langkah yang akan diambil?


DALAM situs travel global HostelWorld yang menjadi rujukan para kaum backpacker sedunia baru-baru ini disebutkan nama Nusa Penida bertengger di posisi teratas mengungguli 20 destinasi terbaik lainnya untuk backpacker di tahun 2020. Posisi Nusa Penida diikuti oleh Surat Thani (Thailand), Maribor (Slovenia), Hossegor (Prancis) dan Trondheim (Norwegia).

Nusa Penida mampu menawarkan panorama alam yang indah dengan beragam kegiatan, seperti hiking, snorkling bersama ikan manta raksasa hingga melihat sunset yang luar biasa. Tak lupa juga keberadaan warung yang menawarkan makanan khas Bali dan hostel dengan budget bersahabat bagi kaum backpacker. Hostel berkonsep boutique ini pun dilengkapi dengan bungalow, kolam renang hingga ruang terbuka untuk bersosialisasi.

Menanggapi raihan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta menyambut positif pengakuan yang diberikan oleh wisatawan maupun lembaga terhadap keberadaan objek pariwisata di Kabupaten Klungkung. Dalam hal ini Nusa Penida, tentu predikat sebagai destinasi backpacker terbaik di dunia menjadi kebanggaan bagi Klungkung khususnya, bahkan Bali dan Indonesia pada umumnya. “Kami terima dengan positif jika disebutkan sebagai destinasi backpacker terbaik. Namun kami tidak berdiam, karena pengembangan ke depan tetap dilakukan,” ujar Sukasta.

Meski memperoleh predikat ini, penataan destinasi Nusa Penida terus dilakukan agar menjadi lebih baik di masa mendatang, di antaranya memperbaiki infrastruktur serta promosi secara langsung dan tak langsung. “Penataan akan diprioritaskan pada pendukung pariwisata seperti akses jalan dan keamanan di objek wisata. Promosi juga digencarkan, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Nusa Penida,” paparnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan terkait dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida, Pemkab Klungkung terus melakukan berbagai upaya untuk menata objek wisata setempat, utamanya pinggir pantai. Langkah ini dilakukan agar wisatawan yang berkunjung bisa merasa nyaman dan aman. “Nusa Penida ini menjadi titik ungkit perekonomian di Klungkung secara keseluruhan. Jadi kami terus kembangkan melalui perencanaan yang matang,” ucap Bupati Suwirta.

Dikatakannya, penataan akan dilakukan mulai tahun 2020 terhadap destinasi wisata yang ada di Nusa Penida, seperti Pantai Atuh, Pantai Crystal Bay, Pantai Billabong, Pasih Uwug, Klingking Beach, Pantai Devil’s Tears dan objek wisata lainnya. “Semua akan dibuatkan perencanaan menyeluruh, baik itu sarana prasarana fasilitasnya, infrastrukturnya maupun keamanannya. Kita ingin nantinya wisatawan yang berkunjung tidak hanya lewat tetapi bisa merasa nyaman dan aman,” ujar Bupati Suwirta.

Selain itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini menambahkan setelah nantinya penataan objek wisata di Nusa Penida terlaksana dengan baik, selanjutnya akan dilakukan penertiban retribusi di masing-masing objek wisata. “Langkah ini kita lakukan agar objek wisata bisa tertata lebih khusus sehingga benar-benar layak bisa dikunjungi dan tentu wisatawan juga makin senang,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Agung Ray Suryawijaya mengungkapkan apresiasi perihal Nusa Penida dinyatakan sebagai destinasi backpacker terbaik di dunia versi HostelWorld. Menurutnya, wisata minat khusus seperti backpacker ini penting dijaga dan dikembangkan ke depan. “Ini bagus, minimal ada pemilihan minat khusus untuk para backpacker yang berlibur ke Bali. Sebab turis backpacker bukan hanya orang dengan spending pas-pasan, tetapi banyak juga orang berduit,” ungkap Suryawijaya.

Di balik alamnya yang indah dan asri, Nusa Penida sangat cocok dikembangkan menjadi community based tourism sehingga mampu mempertahankan adat budaya, alam serta wisata bahari yang luar biasa.

Terkait pengembangan, Suryawijaya menilai tidak perlu ada pembangunan hotel berbintang di Nusa Penida. “Biarkan saja homestay milik warga lokal berkembang di sana sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi warga lokal, dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda setempat,” ungkapnya.

Wilayah Nusa Penida tidak terlalu besar, dan jaraknya dengan Pulau Bali daratan juga tidak terlalu jauh. “Kalau turis mau tinggal di hotel berbintang, bisa tinggal di Sanur, Kuta atau Nusa Dua, nanti tinggal nyeberang ke Nusa Penida. Jadi sinergi dan semua dapat bagiannya,” jelas Ketua BPPD Badung ini. Yang terpenting diperhatikan adalah pemilik homestay di Nusa Penida tetap menjaga kualitas, kenyamanan dan keamanan agar turis merasa betah lama menginap. *dar

BAGIKAN