Investor Saham Bali Meningkat 59 Persen

Sama halnya nasional, masyarakat Bali yang melakukan transaksi di bursa saham selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari jumlah investor saham di Bali sampai dengan November 2020 mencapai 34.934 investor.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sama halnya nasional, masyarakat Bali yang melakukan transaksi di bursa saham selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari jumlah investor saham di Bali sampai dengan November 2020 mencapai 34.934 investor.

“Jumlah investor baru di Bali ini bertumbuh sebesar 12,964 atau 59,01 persen dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali Agus Andiyasa di Sanur, Kamis (17/12).

Ia mengatakan, bila melihat secara historisnya, jumlah investor saham di Bali pada 2019 mencapai 21.970 Single Investor Identification (SID) atau meningkat dibandingkan 2018 mencapai 15.482 SID maupun 2017 yang mencapai 10.729 SID. Itu menunjukkan pada 2020 sebagai kebangkitan investor. Sama halnya seperti nasional, dengan jumlah kepemilikan investor domestik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal pada 2020.

Kebijakan yang diberlakukan oleh BEI di tengah kondisi pandemi Covid-19, berdampak pada kenaikan jumlah investor, termasuk di Bali. Dengan adanya peningkatan jumlah investor membuktikan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat.

Ia tidak memungkiri pandemi Covid-19 secara tidak langsung ada pengaruhnya terhadap sektor ekonomi dikarenakan hampir seluruh dunia kena imbas Covid-19. Kendati demikian, Agus optimistis hingga akhir tahun ini tetap meningkat jumlah investor di Bali.

Sebab, pasar modal menjadi tempat investasi yang menjanjikan, termasuk bagi kalangan pensiunan, guru dan ibu rumah tangga meski dari sisi persentase belum setinggi pegawai swasta. Pensiunan di era saat ini kendati tidak lagi bekerja namun masih bisa berproduksi dengan berinvestasi saham karena menjadi seorang investor dapat mendatangkan keuntungan. “Dengan berinvestasi di saham maka selama masa pensiun tidak menghadapi kesulitan keuangan,” ujarnya.

Dari jenis pekerjaan, kalangan pegawai swasta masih tertinggi mencapai 38 persen. Kendati demikian, kalangan anak muda, pelajar termasuk ibu rumah tangga kini mengalami peningkatan.

“Pelajar 19 persen, entrepreneur 12 persen, pegawai negeri 9 persen, TNI/polisi 1 persen dan ibu rumah di Bali 3 persen makin tertarik untuk miliki suatu perusahaan. Terbukti, jumlah investor pelajar dan ibu rumah tangga bertumbuh pada 2020 yang berarti mereka makin tertarik memiliki suatu perusahaan dengan membeli saham,” ujarnya.

Meningkatnya jumlah investor di masa pandemi ini didominasi oleh investor yang berumur di antara 18-25 tahun (kaum milenial) mencapai 33 persen. Sedangkan investor berumur di antara 26 sampai 30 tahun mencapai 20 persen, berumur di antara 31 sampai 41 tahun mencapai 22 persen dan berumur di atas 41 tahun mencapai 25 persen.

Sementara, berdasarkan domisili, investor Bali sebagian besar berada di Denpasar sebanyak 45 persen, Badung 19 persen, Gianyar 9 persen, Buleleng 7 persen, Karangasem 4 persen, Jembrana dan Klungkung sama-sama 3 persen dan Bangli sebanyak 2 persen. *dik

BAGIKAN