Intensifkan Pengembangan Budaya dan Pariwisata Melalui Community Based Tourism

Pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan dan pariwisata memiliki tujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan perkembangan masyarakat terhadap kebudayaan dan pariwisata,

Salah satu kebudayaan yang menjadi salah satu pendorong sektor Pariwisata. 

Singaraja (bisnisbali.com) – Pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan dan pariwisata memiliki tujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan perkembangan masyarakat terhadap kebudayaan dan pariwisata, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan menumbuhkan sikap kritis terhadap fakta sejarah dan serta memperkokoh ketahanan bangsa.

Untuk itu disadari, pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata memiliki peran penting dalam memperbaiki struktur  kehidupan bangsa serta mampu menjawab agenda prioritas yakni mempercepat pemulihan ekonomi, memperkuat landasan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan yang bersumber kepada sistem ekonomi kerakyatan, serta membangun kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan ketahanan budaya.
Seperti halnya Kabupaten Buleleng,
pengembangan kebudayaan dan pariwisata di daerah ini terus dilakukan. Berbagai pihak turut dilibatkan. Salah satunya Community Based Tourism. Terlebih lagi di Buleleng, community based tourism sangat berkembang dan terus didorong.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST  di ruang kerjanya, Senin (2/12). Pihaknya menjelaskan pengembangan pariwisata community based tourism sudah berjalan dengan lancar. Daerah Bali Aga yang dikenal dengan SCTPB, komunitasnya sangat berperan aktif untuk mengembangkan pariwisata di sana. Komunitas Bali Aga sendiri sudah sangat digaungkan dengan nama Komunitas Masyarakat Bali Aga. Di daerah timur pun sudah ada namun belum memiliki nama. “Komunitas ini memang belum memiliki nama. Tapi tetap berjalan di desa masing-masing,” jelasnya.
Dalam community based tourism, komunitas yang ada memang melakukan pergerakan yang sangat kuat untuk memajukan kebudayaan dan pariwisata. Seperti yang dilakukan komunitas di Pemuteran, rutin menggelar kegiatan-kegiatan mendukung kepariwisataan. Mengenai pemanfaatan teknologi informasi (TI), di SCTPB memang sudah dilakukan. Komunitas yang ada sangat memanfaatkan TI khususnya media sosial (medsos) untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata.

“Di SCTPB ada sahabat saya, Pak Ariawan yang gencar mengunggah kegiatannya. Bukan hanya kesenian, kebudayaan dan pariwisata. Melainkan juga tentang edukasi sampah, bahasa dan pengetahuan,” ujar Agus Suradnyana.
Dengan gencarnya promosi melalui media sosial, menunjukkan antusiasme masyarakat  begitu tinggi. Diharapkan di tiap desa ada pionir-pionir komunitas. Pemerintah tidak bisa melakukan pembangunan sendiri tanpa dukungan dari masyarakat. “Orang sering bilang pemerintah harus hadir. Kalau memang ada kelompok masyarakat yang mau membantu, itu sangat luar biasa. Kita akan motivasi terus komunitas-komunitas maupun masyarakat untuk ikut serta,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan kepada seluruh masyarakat Buleleng untuk tidak berhenti berkesenian. Sebab, kesenian dan pelestarian budaya merupakan proses yang tidak terlepaskan dari kegaiatan keagamaan yang ada di daerah masing-masing. Jika semua dilakukan secara terintegrasi, kesejahteraan akan bisa didapatkan secara tidak langsung dari apa yang dilakukan.
“Saya juga mengajak seluruh Warga Negara Indonesia datang ke Buleleng untuk melihat Buleleng secara keseluruhan. Bukan hanya budaya dan kesenian, tapi juga alamnya sangat mendukung. Buleleng sangat patut menjadi pilihan untuk berwisata,” tandas Agus Suradnyana. *ira

BAGIKAN