Inneke, Terapkan Prokes Ketat

WISATAWAN domestik (wisdom) cukup banyak meramaikan pariwisata Bali saat libur  Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

WISATAWAN domestik (wisdom) cukup banyak meramaikan pariwisata Bali saat libur  Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.  Mereka antara lain berkunjung ke tempat  wisata kebun binatang di Kabupaten Gianyar untuk merayakan Nataru.

Marketing Manager Bali Safari Park, Inneke, mencontohkan Bali Safari Park yang banyak dikunjungi wisdom dari Jakarta, Surabaya dan kota lainnya di Indonesia. Saat berlibur di Bali, mereka menyempatkan datang ke Bali Safari guna melihat berbagai jenis satwa.

Menurutnya, ada peningkatan kedatangan pengunjung saat liburan Nataru, namun belum memenuhi setengah kapasitas Bali Safari. Pihaknya sangat ketat menjalankan protokol kesehatan (prokes) seperti pemakaian masker, mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer, social distancing dan penyemprotan area publik area dengan disinfektan.

Sebelumnya, Pemkab Gianyar melalui dinas terkait sudah menyosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) ke industri pariwisata. Dalam tatanan kehidupan era baru, seluruh akomodasi dan daya tarik wisata wajib menerapkan program sertifikat CHSE.

Sebelum masuk, semua pengunjung diminta mencuci tangan, menjalani cek suhu dan antre berjarak dengan signage yang jelas. Proses pemesanan minuman, pembuatan minuman, penyajian makanan kecil dan pembayaran juga dipastikan memenuhi empat dimensi audit CHSE.

Inneke menambahkan, sertifikat CHSE memastikan masyarakat dan wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke lingkungan daya tarik wisata baik taman, hotel maupun restoran. “Dengan sertifikat CHSE, daya tarik wisata  benar-benar menerapkan prokes dengan sangat ketat,” tegasnya. *kup

BAGIKAN