Ini, Penyebab Kenaikan Harga Bumbu Dapur

Beberapa bahan pokok khususnya cabai, tomat dan bawang merah mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.

BUMBU DAPUR - Penjualan bumbu dapur di Pasar Badung.

Denpasar (bisnisbali.com) – Beberapa bahan pokok khususnya cabai, tomat dan bawang merah mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir. Musim hujan disinyalir menjadi penyebab kenaikan harga dan daya tahan produk menjadi lebih singkat.

Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Gatot Suprihatin saat dikonfirmasi, Selasa (1/12), mengatakan, saat musim hujan barang khususnya cabai, bawang merah dan tomat menjadi mudah rusak. Hal ini yang membuat terjadi kenaikan harga. “Pasokan jadi terkendala karena pengiriman tidak lancar akibat cabai dan lainnya hanya tahan beberapa hari saat musim hujan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam hal produksi saat ini tidak terjadi masalah. Produksi masih tetap berlangsung seperti sebelumnya. Hanya saja ketahanan produk yang kurang membuat mudah rusak dan berkurangnya pasokan ke pasaran, sehingga terjadi kenaikan harga.

Untuk saat ini, terlebih jelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya melakukan beberapa antisipasi terhadap lonjakan kembali harga bahan pokok.  Salah satunya dengan mengadakan pasar murah.

Seperti diberitakan sebelumnya, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditi bumbu dapur. Kenaikan harga di antaranya terjadi pada bawang merah yang kini mencapai Rp 38.000 per kilogram dari sebelumnya seharga Rp 25.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit dari Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, kini telah mencapai Rp 40.000 per kilogram dan tomat dari Rp 10.000 hingga Rp15.000 per kilogram naik menjadi Rp 25.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, Ni Wayan Wandri mengatakan, kenaikan harga kerap terjadi pada musim hujan.  Hal ini dikarenakan jenis produk seperti cabai, bawang merah dan tomat mudah busuk, yang membuat pasokan berkurang ke pasaran.  *wid

BAGIKAN