Industri Properti dan Kendaraan Dapat Insentif

Pemerintah memberikan insentif relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor (KB) serta untuk sektor properti berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk rumah tapak dan rumah susun. Insentif ini berlaku mulai Maret 2021.

Denpasar (bisnisbali.com) –   Pemerintah memberikan insentif relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor (KB) serta untuk sektor properti berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk rumah tapak dan rumah susun. Insentif ini berlaku mulai Maret 2021.

Terkait kebijakan insentif kendaraan bermotor dan properti untuk menggairahkan konsumsi dan mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional (PEN), praktisi ekonomi dari Unhi, Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si., di Denpasar, Selasa (2/3) kemarin, mengatakan kebijakan relaksasi PPnBM untuk kendaraan bermotor dapat meningkatkan kembali penjualan mobil yang turun hingga 48 persen pada 2020. “Implementasinya itu berlaku untuk kendaraan yang cc-nya di bawah 1.500, di mana market share-nya kisaran 60-65 persen dari otomotif nasional, sehingga kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan otomotif  di tahun 2021 ini. Seperti itu harapan pemerintah,” katanya.

Krisna pun menilai, dua kebijakan itu dalam jangka panjang berguna untuk meningkatkan gairah industri otomotif nasional dan industri properti yang lesu sebagai akibat hantaman pandemi Covid-19. Kebijakan berupa diskon pajak tersebut diberikan untuk mengambil momentum pemulihan ekonomi nasional. Sementara, segmentasi tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchcase di atas 70 persen. “Diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021 agar memberikan dampak yang optimal,” ujarnya.

Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan. Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektivitasnya setiap tiga bulan. “Ya memang harus dilakukan pada momentum yang tepat dan akurat karena saat ini juga tengah dilakukan program vaksinasi jadi dengan adanya kebijakan tersebut secara implisit konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, sehingga meningkatkan utilisasi industri otomotif, properti dan juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun 2021 ini,” paparnya.*dik

BAGIKAN