Industri Pariwisata Bali Siap Sambut Tamu Asing

Program vaksinasi di Bali telah berjalan dengan lancar bahkan pelaksanaan vaksinasi massal berbasis banjar telah berjalan sesuai target dalam upaya mendukung penangan Covid-19 .

PROKES KETAT - Pelaksanaan prokes yang ketat sekaligus sudah tersertifikasi CHSE menjadi modal utama bagi kalangan pariwisata Bali dalam menyambut tamu asing.

Denpasar (bisnisbali.com) – Program vaksinasi di Bali telah berjalan dengan lancar bahkan pelaksanaan vaksinasi massal berbasis banjar telah berjalan sesuai target dalam upaya mendukung penangan Covid-19 . Pemerintah pun berharap pariwisata Bali dapat dibuka kembali untuk wisatawan asing pada Juli mendatang.

Terkait rencana pembukaan pariwisata Bali bagi tamu asing,Wakil Ketua Bali Hotel Association (BHA) Fransiska Handoko di Denpasar, Senin (7/6) menyambut positif. “Kami sangat berharap ini dapat terealisasi sesuai rencana agar dapat menggerakkan kembali pariwisata Bali. Sebab biar bagaimana pun kami tidak bisa bergantung dengan wisatawan domestik (wisdom),” katanya.

Ditambah lagi, kata dia, jumlah kamar di Pulaui Dewata  dan juga persaingan destinasi domestik lainnya seperti Yogyakarta aksesibilitasnya lebih mudah. Fransiska pun mengatakan, kenapa Bali siap sambut tamu asing karena telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti 5M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Kemudian, peningkatan cakupan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.  Ditambah lagi dengan penerapan prokes dan kesiapan pihak pariwisata dan hotel di Bali dengan sertifikasi Clean, Health, Safety, Environement (CHSE) dan vaksinasi karyawan maka peluang dibukanya pariwisata Bali sangat terbuka.

“Sebenarnya tidak ada yang perlu disiapkan lagi dari hotel karena segala sesuatu yang berhubungan dengan CHSE protokol, prokes 3 M sudah secara konsisten dijalankan oleh hotel-hotel di Bali,” paparnya.

Pengelola hotel pun sudah terverifikasi tatanan kehidupan era baru dari pemprov maupun penkab juga tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf. Dari Maret pun pelaku pariwisata di Bali sudah menjalankan program vaksinasi secara massal baik lewat Disparda, banjar, dan greenzone.

Ia pun menjabarkan untuk anggota BHA dan IHGMA sudah 99 persen tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf. Sementara yang 1 persen ini belum tersertifikasi dikarenakan propertinya tidak beroperasi pada saat program ini berlangsung  pada November-Desember 2020 dan sedang menunggu dibukanya kembali kesempatan sertifikasi tahun ini.

“Akan tetapi  secara prokes dapat dipastikan sudah menjalankan CHSE protokol tersebut. Ibaratnya sudah mengendarai mobil tapi belum memiliki SIM-nya,” jelasnya.

Disinggung sudah mulai adakah pemesanan kamar dari wisatawan mancanegara?.  Fransiska Handoko menyebutkan sebenarnya partner luar negeri sudah sejak tahun lalu, tidak henti-hentinya booking. Namun kerapkali terpaksa harus di-cancel karena tidak jadi buka.

“Untuk itu akan sangat disayangkan kalau rencana pembukaan ini cancel lagi karena Thailand juga sudah mengumumkan akan buka Juli nanti. Kita akan kehilangan momentum dan pasar ke Bali malah akan beralih ke Thailand,” ungkapnya. *dik

BAGIKAN