Industri Makanan dan Minuman Siapkan Strategi Pasca Covid-19

Mangupura (Bisnis Bali.com)-

Upaya strategis bagi pelaku industri perlu persiapan yang lebih matang dari situasi sebelumnya. Hal tersebut terkait trend baru yang akan hadir pasca pandemi COVID-19 menyangkut perubahan perilaku konsumen, tuntutan tingkat kesehatan, resesi ekonomi dunia, psikologi pasar dan sebagainya. Melihat hal tersebut, Wakil Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana mengatakan pelaku pariwisata khususnya pada bidang perhotelan dan bisnis restoran memandang perlu diadakannya suatu terobosan lebih awal untuk menyikapi hal tersebut sehingga SDM terkait tetap semangat dan tidak berhenti berinovasi di tengah status Work From Home saat ini.
Wine Talks Webinar 2020 adalah hasil pemikiran dari tokoh-tokoh perhotelan di Bali seperti I Nyoman Astama, SE,MM.,CHA, I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA, Ketut Swabawa, CHA, I Ketut Darmayasa,S.Ip.,MM.,CHT dan I Nyoman Suasta, CHT . Tujuan event ini adalah selain untuk mengaktifkan industri dari segi peningkatan SDM melalui online juga adalah untuk menguatkan sosialisasi Pergub No 1 tahun 2020 tentang tata kelola produksi dan distribusi minuman fermentasi dan distilasi minuman lokal khas Bali (arak) serta mengangkat talenta lokal profesi Wine Somelier menuju kelas dunia. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, (8/5) bertempat di Grand Istana Rama Hotel Kuta sebagai central studio dengan sistem jaringan melalui aplikasi online.
Webinar di pandu oleh duet Ketut Darmayasa (Ketua IFBEC Bali) dan Ramia Adnyana (Waketum DPP IHGMA ) dengan keynote speaker Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si (Wakil Gubernur Bali) dan pembicara lainnya seperti Kurniawan Eko Putro (Vice Chairman Bali Sommelier Association) dan Adi Sukirman (Manager PT Tirta Anggur Utama).
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan Wagub Bali, disebutkan bahwa pandemi COVID-19 ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Provinsi Bali sehingga penanganannya tidak hanya terfokus pada upaya yang bersifat urgensi saat ini saja namun juga upaya-upaya persiapan pada tahap recovery dan normalisasi kedepannya. “Dan Bali sebagai hub pariwisata nasional harus tampil terdepan dalam upaya penyiapan strategi dan destinasi menyambut New Normal Tourism Trend Post COVID-19, kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh IFBEC dan IHGMA Bali ini sangat bagus dan seiring dengan program pemerintah Provinsi Bali.” Demikian ditambahkan Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali dalam sambutannya melalui teleconference video.
Peserta sebanyak 220 orang lebih dari kalangan praktisi restoran dan bar, akademisi, mahasiswa serta peminat dan pecinta Wine di Bali dan nasional. Selain itu bergabung juga dalam webinar online ini perwakilan IFBEC dari seluruh Indonesia baik pengurus maupun anggota .
Ramia Adnyana menyampaikan bahwa kegiatan untuk mengisi kondisi work from home ini mendapat sambutan luar biasa dari minat peserta secara nasional. “Peserta bukan hanya dari dunia perhotelan dan restoran, ada juga dari akademik seperti para dosen dan mahasiswa dan hebatnya lagi banyak peserta dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Pontianak, NTB, Makassar bahkan Medan yang menjadi peserta,” ucap Ramia.
Ketut Darmayasa menjelaskan acara ini didukung penuh oleh asosiasi dibawah IFBEC seperti IBA, ABI dan BSA Bali. Dijelaskannya, sektor pariwisata mesti mengedepankan sinergitas dan soliditas para praktisi restoran. Para senior tingkat nasional seperti Roslan dan Suasta – Vice President IFBEC East Indonesia sangat mendukung webinar ini. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada sponsor utama yaitu PT Anggur Tirta Utama , asosiasi pendukung IBA, ABI, BSA, GHE, PHRI, GIPI, BVA serta semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan hari ini,” jelasnya. *

Wine Talks Webinar 2020
BAGIKAN