Masyarakat Diajak Lestarikan Budaya Bali

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta membuka kegiatan Bulan Bahasa Bali Kabupaten Klungkung Tahun 2020 bertempat di depan Monumen Puputan Klungkung.

BULAN BAHASA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka kegiatan Bulan Bahasa Bali Kabupaten Klungkung Tahun 2020 di depan Monumen Puputan Klungkung.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta membuka kegiatan Bulan Bahasa Bali Kabupaten Klungkung Tahun 2020 bertempat di depan Monumen Puputan Klungkung.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Agung, dan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga selaku Ketua Panitia, Luh Ketut Ari Citrawati dalam laporannya menyatakan kegiatan ini dilaksanakan atas dasar Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2018 mengenai Peraturan Gubernur Bali nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan pada Februari.

Tema penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali Kabupaten Klungkung Tahun 2020, yakni “Melarapan Bulan Bahasa Bali Nyujur Atma Kertih Kedasarin antuk Spirit Gema Santi”. Kegiatan yang dilaksanakan, antara lain Festival Nyurat Aksara Bali, Lomba Nyurat Aksara Bali dan Mesatua Bali, Lomba Membaca Aksara Bali dan Lomba Pidato Bahasa Bali. “Terkait pelestarian kebudayaan Bali, Pemkab Klungkung juga memiliki program inovasi yang berkaitan dengan hal tersebut, yakni Klungkung Menari. Kami berharap melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali dapat membantu melestarikan kebudayaan Bali,” sebut Ari Citrawati.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali agar tetap eksis di zaman modern ini.

Dirinya berharap agar Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dapat berjalan secara seimbang, jangan sampai generasi muda hanya bisa menulis tetapi tidak bisa membacanya, atau sebaliknya. “Jangan takut berbahasa Bali, mari bersama-sama lestarikan kebudayaan Bali,” ajak Suwirta kepada masyarakat Bali.

Acara pembukaan Bulan Bahasa Bali di Klungkung dimeriahkan penampilan drama komedi dengan mengangkat judul “Pan Balang Tamak”. Melalui penampilan ini dimaksudkan untuk kembali mengingatkan generasi muda dengan cerita-cerita rakyat yang ada di Bali. Drama komedi ini juga menyelipkan pesan-pesan yang terkait dengan peraturan dan inovasi Pemkab Klungkung, di antaranya pembatasan pemakaian plastik, TOSS, dan Bang Daus. *dar

BAGIKAN