Koperasi di Gianyar Mesti Taat pada UU Koperasi

Menyamakan komitmen agar seluruh koperasi binaan Kabupaten Gianyar patuh terhadap ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perkoperasian

KOPERASI---Pemkab Gianyar mewajibkan seluruh  pengurus koperasi aktif menyelenggarakan RAT secara rutin.

Gianyar (bisnisbali.com ) – Menyamakan komitmen agar seluruh koperasi binaan Kabupaten Gianyar patuh terhadap ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perkoperasian.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra  saat pencanangan bulan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 belum lama ini mengatakan koperasi wajib melaksanakan UU perkoperasian dengan menyelenggarakan RAT secara rutin.

Bupati Mahayastra sangat mengapresiasi terselenggaranya pencanangan Bulan RAT Koperasi. Kegiatan ini sebagai motivasi dan mengingatkan kepada pengurus koperasi, agar melaksanakan tanggung jawabnya yaitu menyelenggarakan RAT minimal 1 tahun sekali.

Pelaksanaan RAT sebagai wujud atau bentuk pertanggungjawaban kepada anggota, sesuai amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Bupati Mahayastra mengatakan, RAT merupakan salah satu syarat pokok menjadi koperasi berkualitas yang juga merupakan pemegang kekuasan tertinggi dalam koperasi. Dengan dilaksanakan RAT juga dapat meningkatkan kepercayaan dan citra koperasi dari anggota atau masyarakat terhadap pengurus koperasi.

Saat ia menjadi Ketua DPRD bersama Bupati Agung Bharata, merupakan sejarah tumbuhnya banyak Koperasi di Gianyar. Bupati Mahayastra meyakini bahwa tidak ada model lain untuk membangun masyarakat kita kecuali dengan koperasi. “Karena dari kita, oleh kita dan untuk kita,” kata Bupati Mahayastra.

Untuk itu, Mahayastra berharap kepada koperasi di Kabupaten Gianyar melakukan terobosan pelayanan berbasis TI untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan. Di samping itu, untuk menjawab tantangan persaingan akibat dari dampak globalisasi perdagangan barang dan jasa serta kemajuan teknologi informasi dan perubahan selera konsumen.

Perubahan selera konsumen telah mengubah strategi pemasaran. Tren belanja online makin dimininati masyarakat.” Tentunya hal itu juga berlaku di sektor lembaga keuangan bank dan nonbank,” jelas  Mahayastra.

Bupati Mahayastra juga meminta segenap pemangku kepentingan yang terlibat untuk meningkatkan daya saing koperasi dengan cara meningkatkan kompetensi SDM pengurus, pengawas dan pengelola koperasi. Selain itu, perlu juga dilakukan pengembangan jenis saha koperasi agar jangan hanya terpaku pada kegiatan usaha simpan pinjam, karena peluang usaha di sektor riil seperti produksi, pemasaran dan jasa masih terbuka luas. *kup

BAGIKAN