Investor Saham di Bali terus Meningkat 

Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali mencatat sepanjang 2019, jumlah investor saham terus mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sama 2018.

SAHAM - Investor saham di Bali kini terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya. Bahkan, kalangan anak muda termasuk ibu rumah tangga kini juga melirik investasi saham.

Denpasar (bisnisbali.com) –Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali mencatat sepanjang 2019, jumlah investor saham terus mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sama 2018. Dari jenis pekerjaan, kalangan pegawai swasta masih tertinggi mencapai 35 persen. Kendati demikian kalangan anak muda, pelajar termasuk ibu rumah tangga kini mengalami peningkatan.

“Pelajar dan ibu rumah di Bali makin tertarik kini miliki suatu perusahaan. Terbukti jumlah investor pelajar dan ibu rumah tangga bertumbuh pada 2019 yang berarti mereka makin tertarik memiliki suatu perusahaan dengan membeli saham,” kata Kepala Kantor BEI Bali, Agus Andiyasa, Kamis (23/1).

Ia mengatakan, berdasarkan klasifikasi jenis pekerjaan, jumlah investor dari pelajar pada 2019 mencapai 19 persen atau ada kenaikan 1 persen dari 2018 mencapai 18 persen. Investor ibu rumah tangga pada 2019 juga sudah meningkat mencapai 3 persen dari tahun lalu masih 2 persen. Sementara jenis pekerjaan lainnya , pengusaha mencapai 12 persen, pegawai negeri 11 persen, guru 1 persen, pensiunan 1 persen dan lainnya 18 persen.

Agus menyampaikan, pegawai swasta mencapai 35 persen atau terbanyak menjadi investor saham seiring makin gencarnya sosialisasi yang dilakukan BEI Bali dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi selain di lembaga keuangan dalam hal ini perbankan. Hal itu juga menunjukkan inklusi keuangan mereka khususnya di pasar modal lebih banyak.

Baginya pasar modal menjadi tempat investasi yang menjanjikan, termasuk bagi kalangan pensiunan, guru dan ibu rumah tangga meski dari sisi persentase belum  setinggi pegawai swasta. Pensiunan di era saat ini kendati tidak lagi bekerja, namun masih bisa berproduksi dengan berinvestasi saham karena menjadi seorang investor dapat mendatangkan keuntungan.

“Dengan berinvestasi di saham, maka selama masa pensiun tidak menghadapi kesulitan keuangan,” ujarnya. *dik

BAGIKAN