41,91 Persen Masyarakat Bali Miliki Perusahaan lewat Saham

Kepala Kantor BEI Bali Agus Andiyasa, Kamis (23/1) mengatakan, pada 2019 jumlah investor saham (SID) di Bali atau mereka yang memiliki suatu perusahaan lewat saham mencapai 41,91 persen.

41,91 Persen Masyarakat Bali Miliki Perusahaan lewat Saham

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Kantor BEI Bali Agus Andiyasa, Kamis (23/1) mengatakan, pada 2019 jumlah investor saham (SID) di Bali atau mereka yang memiliki suatu perusahaan lewat saham mencapai 41,91 persen.

“Jumlah investor saham ini bertumbuh dari tahun lalu,” katanya.Ia pun merinci sepanjang 2019 jumlah investor di Bali mencapai 21.970 atau lebih tinggi dari 2018 menyentuh 15.482. Begitupula data dari 2017 mencapai 10.729 SID, 2016 mencapai 8.449 SID, 2015 mencapai 6.484, 2014 mencapai 5.343, 2013 mencapai 4.193 dan 2012 hanya 3.747 SID.

Ia mengakui, investasi melalui saham di pasar modal minim risiko karena jika tidak ingin dijual sahamnya, investor bisa mendapatkan deviden dari perusahaan yang dibeli sahamnya. Ini pula membuat jumlah investor di Bali mengalami pertumbuhan yang positif dan meningkat dari tahun ke tahun, khususnya kalangan pelajar yang jumlahnya makin membaik.

Pemerhati pasar modal dari Undiknas University, Prof. Dr. Gede Sri Darma mengatakan, investasi di pasar modal memiliki kelebihan karena nilainya tergantung kinerja emiten. Jika perusahaan memiliki fundamental cukup bagus, maka investor pun bisa mendapat imbal hasil yang tinggi.

Sebelumnya Direktur Utama BEI Inarno Djajadi sependapat, potensi pertumbuhan investor masih terbuka mengingat BEI memiliki 30 kantor perwakilan dan 420 galeri investasi. “Pada 2019 ini jumlah investor masih akan tumbuh,” jelasnya. *dik

BAGIKAN