Pelaku Industri Diminta Geliatkan Industri Padat Karya

Tahun ini, Pemerintah Indonesia akan menggenjot kegiatan ekspor untuk penambahan devisa negara.

PADAT KARYA -Pengembangan produk industri padat karya.

Denpasar (bisnisbali.com)-Tahun ini, Pemerintah Indonesia akan menggenjot kegiatan ekspor untuk penambahan devisa negara. Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Rabu (22/5) mengatakan pelaku ekonomi mesti menggeliatkan industri padat karya untuk menopang kegiatan ekspor.

Diungkapkannya, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dapat menggerakan industri padat karya. Sektor industri ini juga banyak menyerap tenaga kerja.

Ia menjelaskan industri padat karya akan menggeliat perekonomian Bali. Industri ini praktis juga akan mengurangi angka pengangguran.

Panudiana Kuhn memaparkan hanya saja produk hasil industri padat karya ini mesti terus ditingkatkan kualitasnya. Produk yang diproduksi mesti disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Industri padat karya ini mencakup pengolahan hasil laut/ikan, garmen, manufaktur, hendicraf. Ketika industri padat karya ditingkatkan akan mendorong kegiatan ekspor.  Pemerintah dan sektor perbankan mesti mendukung perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sektor UKM ini memiliki peran besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dalam pengembangan industri padat karya ini membutuhkan modal. Kredit usaha rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah diharapkan betul-betul menyentuh sektor UKM. Menurutnya, industri padat karya khususnya handicraft yang paling murah modal. Pelaku usaha hanya menyediakan fasilitas gudang yang representatif bisa menampung bahan baku, para pekerja dan pelaksanaan proses produksi. “Sekarang bagaimana pelaku usaha bisa terus mengembangkan industri padat karya,” tegasnya.

Panudiana Kuhn menambahkan sektor pariwisata diharapkan berkontribusi genjot ekspor produk UKM di Bali. Wisatawan banyak berlibur ke Bali karena tertarik budaya Bali. Mereka juga tertarik untuk membeli hasil kerajinan, garmen, dan handicraf di Bali.*kup

BAGIKAN