Persaingan Ketat, BPR harus Dekat dengan UMKM 

Di tengah ketatnya persaingan pada 2020 ini, bank perkreditan rakyat (BPR) harus makin dekat dengan masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

15
LAYANAN - BPR harus mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Gianyar (bisnisbali.com) Di tengah ketatnya persaingan pada 2020 ini, bank perkreditan rakyat (BPR) harus makin dekat dengan masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Terkait dengan hal itu, BPR harus melakukan pencitraan.

Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Sarwa, Rabu (15/1) mengatakan, pada 2020 ini, BPR harus melakukan langkah-langkah pencitraan. Dalam pencitraan ini, BPR harus melaksanakan langkah eksternal dan internal.

Direktur BPR Gianyar Partasedana ini menjelaskan, secara internal BPR harus memperkuat likuiditas dan kualitas SDM. Secara eksternal BPR harus meningkatkan kualitas kredit dan kualitas pelayanan pada masyarakat.

Ia memaparkan, BPR perlu melakukan pencitraan melalui kegiatan edukasi dan literasi keuangan. Manajemen BPR harus memberikan informasi yang benar pada masyarakat. Hal ini menyangkut informasi keberadaan BPR termasuk produk-produk yang ditawarkan BPR.

Masyarakat perlu memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa kalaupun BPR ditutup dana masyarakat aman, karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Masyarakat tidak perlu takut mempercayakan dananya disimpan di BPR,” katanya.

Ia menegaskan, semua BPR harus mengampanyekan produk oleh BPR. Keberadaan BPR makin dekat dengan masyarakat.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja mengatakan, dalam memberikan pelayanan semua pegawai bank harus paham dengan risiko. “Jangan sampai sebaliknya SDM BPR ini menjadi pencetus risiko,” katanya.

Suarja menegaskan, tampilan SDM dalam melayani nasabah BPR juga akan menentukan kualitas layanan. Tindakan dan perilaku SDM BPR dalam melakukan pelayanan akan menentukan cermin kualitas layanan BPR kepada para nasabah. Untuk itu, pelayanan nasabah merupakan bagian pencitraan BPR kepada pasar. *kup

BAGIKAN