Korban SGB Memanas, Tolak Nilai Ganti Rugi 15 Dolar per Lot  

Korban PT Solid Gold Berjangka (SGB), Rabu (15/1) tampak emosi dengan proses mediasi pengembalian dana yang dilakukan pihak SGB yang sangat berbelit-belit.

46

Denpasar (bisnisbali.com) –Korban PT Solid Gold Berjangka (SGB), Rabu (15/1) tampak emosi dengan proses mediasi pengembalian dana yang dilakukan pihak SGB yang sangat berbelit-belit. Dalam pertemuan tersebut, para korban menolak nilai ganti rugi yang sangat rendah yaitu 15 dolar per lot atau setara dengan Rp 150 ribu.

Ketua Forum Korban SGB, I Made Warsa mengatakan, dalam proses negosiasi pengembalian dana, para nasabah yang tergabung dalam Forum Korban SGB mengharapkan pengembalian dana 100%. “Ternyata dari pihak SGB menawarkan pengembalian dana berdasarkan lot hanya 15 dolar per lot. Jadi saya yang menanamkan modal Rp100 juta hanya mendapatkan pengembalian Rp 4,6 juta. Ini tentu sangat tidak masuk akal,” tutur Warsa usai mediasi di rumah salah seorang korban SGB di Kwanji, Dalung, Kabupaten Badung.

Ditegaskan, Forum Korban SGB menolak nilai yang ditawarkan manajemen PT SGB yang diwakili Legal Officer Herman Adriansyah, S.H., dan Yusriansyah, S.H. tersebut. Intinya dari korban ingin uang kembali 100%. Jadi dari pertemuan yang awalnya diagendakan berlangsung selama 7 hari, yaitu dalam sehari akan diverifikasi 15 orang diputuskan cukup satu hari saja. “Mediasi hari berikutnya kami rasa tidak perlu karena kami dari forum sudah memutuskan untuk menolak tawaran SGB tersebut. Kami yang terdiri atas 101 orang korban sepakat menolak tawaran SGB,” tandasnya.

Mediasi sempat ricuh dan terjadi adu mulut, lantaran pihak SGB terkesan mengulur waktu dan berbelit-belit menanyakan kronologi yang sebenarnya sudah dibuat secara tertulis dan diserahkan kepada pihak SGB. Keributan kemudian ditengahi oleh Ketua Yayasan Konsumen Bali (YKB), Budi Prayudi, yang mengatakan agar perwakilan SGB tidak berbelit-belit dan langsung pada inti persoalan yaitu pengembalian dana nasabah. Mediasi bahkan berkali-kali break untuk meredam situasi yang memanas.

“Hari ini sebenarnya merupakan langkah yang baik, ada tindak lanjut dari kasus ini. Tetapi sayang terlihat ada upaya-upaya dari pihak SGB untuk tidak sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kasus ini. Marketing itukan bagian dari SGB, tidak bisa dong mereka melemparkan kesalahan kepada mereka,” tukasnya.

Prayudi berharap, dari sekian banyak nasabah yang jadi korban, bahkan terus bertambah harus ada iktikad baik dari SGB untuk menyelesaikannya. “Dana pengembalian yang ditawarkan ini tentu sangat tidak adil. Nasabah menanamkan dananya ratusan juta bahkan ada yang hingga miliaran, hanya dikembalikan Rp150 ribu per lot yang mereka tidak tahu karena mereka sangat awam dan tidak pernah transaksikan,” papar mantan komisioner KPU Bali tersebut.

Yayasan Konsumen Indonesia berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan, karena akan sangat berpengaruh terhadap citra perusahaan. Selain itu kondusivitas di daerah juga akan terganggu, iklim berinvestasi juga akan terpengaruh. Masyarakat diharapkan mulai berinvestasi tidak sekadar menabung di bank, itu akan terganggu.

Sementara Herman dari pihak SGB mengatakan, pada prinsipnya SGB ingin menindaklanjuti komitmen 26 Desember 2019. Mulai dari proses pengaduan account, sampai tindak lanjut penanganan. “Kami ingin musyawarah untuk mencapai win win solution, musyawarah untuk mencapai mufakat. Mudah-mudahan tercapai. Tetapi kalau belum tercapai tidak usah berkecil hati karena akan ada tahap-tahap selanjutnya,” tukas Herman.

Dari hitung-hitungan nasabah yang menginvestasikan dana Rp 100 juta mendapatkan pengembalian sekitar Rp 4 juta, yang investasi Rp 400 juta mendapatkan pengembalian Rp60 juta, namun investasi dalam nominal yang sama belum tentu mendapatkan penggalian yang sama tergantung jumlah lot yang dimiliki.

Setelah ditandatangani berita acara penolakan nilai ganti rugi yang ditawarkan, selanjutnya Forum Korban SGB mengharapkan agar segera dilaksanakan  mediasi tahap dua paling lambat akhir Januari. Bila tidak korban,  akan lakukan gerakan-gerakan kembali bahkan bila perlu ke kantor SGB Jakarta. *pur

BAGIKAN