Tergabung Dalam Angkatan Ke-24, 30 Kepala LPD Ikuti Pelatihan Kompetensi  

Tercatat 30 orang kepala LPD se-Bali kembali mengikuti pelatihan kompetensi.

PELATIHAN - Penyematan tanda peserta oleh Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi Masyarakat Adat Dinas PMA Provinsi Bali, Ni Luh Putu Seni Artini dalam pembukaan pelatihan kompetensi angkatan ke-24, belum lama ini.

Denpasar (bisnisbali.com) Tercatat 30 orang kepala LPD se-Bali kembali mengikuti pelatihan kompetensi. Hingga angkatan ke-24 ini, akan ada 720 orang kepala LPD se-Bali yang akan tersertifikasi. Pembukaan pelatihan kompetensi angkatan ke-24 dilakukan, Senin (13/1) lalu di Hotel Nirmala, Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi Masyarakat Adat, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Seni Artini, Wakil Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali I Made Pasti serta Ketua Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali I Nengah Karma Yasa.

Pelatihan kompetensi ini diselenggarakan LPD-LPD Provinsi Bali yang bekerja sama dengan BKS-LPD Provinsi Bali. Ketua LP-LPD I Nengah Karma Yasa saat ditemui pada sela-sela acara mengatakan, pelatihan ini menjadi pelatihan angkatan pertama pada tahun 2020 di bulan Januari. ”Ada 2 angkatan yang diberikan pelatihan setiap bulannya, dan satu kali uji kompetensi untuk 2 angkatan tersebut,” ungkapnya.

Pelatihan ini memberikan beberapa materi yang memuat standar kerja kompetensi (SKK) yang harus dimiliki kepala LPD. Di antaranya, pertama terkait sumber daya manusia (SDM),  kedua tentang sistem administrasi LPD, ketiga tentang kinerja LPD yang berkaitan dengan penilaian kesehatan LPD, empat tentang penilaian risiko LPD dan terakhir tentang cara menyusun rencana kerja LPD. ”Lima materi itu yang nantinya akan diujikan untuk memperoleh sertifikat kompetensi,” katanya, sembari mengatakan, pelatihan berlangsung 5 hari ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi Masyarakat Adat Dinas PMA Provinsi Bali, Ni Luh Putu Seni Artini mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa yang memang perlu dilakukan dalam situasi ekonomi seperti saat ini merupakan tantangan berat bagi LPD.

Banyak persaingan dengan lembaga keuangan lainnya sehingga meningkatkan kompetensi seperti ini menjadi jawaban.

“Ini merupakan upaya untuk menyiapkan SDM LPD dalam rangka mengatasi persaingan dengan lembaga lainnya. Dan ini sangat perlu dilakukan,” ungkapnya.

Keberadaan LPD sebagai lembaga keuangan desa adat menurutnya sangat penting. Kehadiran Dinas PMA ini merupakan upaya dari Gubernur Bali untuk menguatkan LPD. “Karena kita harus membangun perekonomian masyarakat adat melalui LPD. Inilah menjadi tugas kami meningkatkan kualitas LPD di seluruh Bali,” ujarnya. *wid

BAGIKAN