Teknologi Grider Jaring, Cegah Kematian Benih saat Sortasi  

Penggunaan teknologi tepat guna grider jaring untuk memisahkan ukuran atau sortasi benih ikan nila, menjadi solusi banyaknya benih yang mati saat proses sortasi.

20
Dosen Teknologi Pembenihan, Fakultas Pentanian Universitas Warmadewa, Ir. I Made Kawan, Mp., tengah melatih Kelompok Mina Sakti menggunakan teknologi tepat guna grider jaring.

Denpasar (bisnisbali.com) –Penggunaan teknologi tepat guna grider jaring untuk memisahkan ukuran atau sortasi benih ikan nila, menjadi solusi banyaknya benih yang mati saat proses sortasi.  Dosen Teknologi Pembenihan, Fakultas Pentanian Universitas Warmadewa, Ir. I Made Kawan, Mp., di Kampus Unwar, Senin (13/1) mengatakan, dengan grider jaring 100% benih ikan nila yang disortasi dapat hidup sehingga dapat meningkatkan omzet kelompok pembudidaya ikan.

Kelompok pembudidaya ikan Mina Sakti Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng selama ini sering mendapat komplin dari pembeli benih karena adanya kematian ikan pada saat melakukan sortasi benih. “Benih yang dihasilkan banyak mengalami kematian pada saat melakukan panen dan sortasi, selain itu daya hidup benih setelah sortasi masih rendah karena perlakuan sortasi memerlukan waktu yang lama sehingga ikan menjadi stres dan mengalami kematian. Proses yang panjang tersebut juga akan menurunkan kualitas dan kuantitas benih yang didapatkan,” tutur Kawan.

Melihat persoalan kelompok pembudidaya ikan, tersebut Fakultas Pertanian Unwar berupaya membantu kelompok melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan memperkenalkan teknologi tepat guna “grider jaring” untuk sortasi benih. “Selama ini kelompok menggunakan teknologi tradisional untuk sortasi benih, sehingga mereka belum mampu memenuhi jumlah dan mutu benih ikan sesuai harapan. Sehingga mempengaruhi omzet usaha mereka yang masih perlu ditingkatkan,” ucapnya

Padahal permintaan benih ikan nila sangat tinggi dan belum dapat terpenuhi. “Prospek usaha pembenihan ikan nila ini sangat bagus, tapi kelompok pembenihan ikan belum mampu memenuhi permintaan pasar.  Dengan menggunakan teknologi “grider jaring” ini benih yang dihasilkan pascasortasi akan lebih banyak dan berkualitas, sehingga kelompok lebih bisa memenuhi kebutuhan pasar,” tandasnya.

Dikatakan pihaknya memberikan praktik kepada kelompok pembudidaya ikan cara menggunakan grider jaring dengan ukuran benih yang dipilih adalah 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm. “Penggunaan grider jaring ini akan dapat memisahkan ukuran ikan yang dikehendaki dengan cepat dan ikan yang dipanen tidak akan kelelahan atau stres sehingga ikan yang akan dikirim dapat mencapai kelulusan hidup 100 persen atau tidak ada kematian. Selain itu ikan yang ditebar tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dan dapat tumbuh dengan cepat,” ungkapnya.

Setelah menguasai teknologi tepat guna tersebut, kelompok Mina Sakti dapat meningkatkan jumlah benih yang dipanen  dan omzet benih meningkat mencapai 80 persen. *pur

BAGIKAN