Ketua K3S Gianyar Serahkan Bantuan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas  

Dalam upaya memberdayakan penyandang disabilitas agar mandiri, Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Gianyar, Ny. Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan kursi roda pada 15 penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar.

KURSI RODA -Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial ( K3S) Gianyar, menyerahkan bantuan kursi roda pada penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Dalam upaya memberdayakan penyandang disabilitas agar mandiri, Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Gianyar, Ny. Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan kursi roda pada 15 penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar.

Bantuan yang merupakan CSR dari Yayasan CHIAKI Jepang, diserahkan langsung oleh Ny. Adnyani Mahayastra didampingi Mr. Kono dari Yayasan CHIAKI Jepang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar A.A Putri, Ketua I K3S Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Ketua II K3S Gianyar Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya, Ketua Gatriwara Gianyar Ny. Tagel Winarta dan beberapa pendamping lainnya, di rumah Kadek Ari Malini (47 Th) di Lingkungan Teges Kelod, Ubud, Senin (13/1).

Kadek Ari Malini yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Kaling Br. Teges Kelod, Komang Buda mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini. Mengingat dirinya yang menderita polio sejak bayi, sering merasa kesulitan dalam beraktivitas. Apalagi jika kondisi sedang sakit, untuk melangkah menggunakan tongkat sangat sulit.

Hal yang sama juga ditambahkan oleh kaling Br. Teges Kelod, Komang Buda, ia mengaku sangat berterimakasih atas perhatian Pemkab Gianyar khususnya Ketua K3S Gianyar Ny. Adnyani Mahayastra atas perhatian pada warganya yang membutuhkan.

Menurut Komang Buda, di Br. Teges Kelod ada sekitar 7 orang penyandang disabilitas, semoga mereka juga mendapat perhatian dari pemerintah.

Pada kesempatan itu, Komang Buda berharap, agar penyandang disabilitas seperti Ari Malini juga mendapat bantuan seperti pelatihan keterampilan dan bantuan permodalan. Ini mengingat mereka masih dalam usia produktif. Minimal mereka membuat canang, sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Ketua K3S Gianyar telah memperhatikan warga kami yang membutuhkan semoga perhatian ini tidak berhenti sampai di sini,” harap Komang Buda.

Menanggapi hal tersebut, Ketua K3S Gianyar Ny. Adnyani Mahayastra mengatakan, dirinya bersama Bupati Gianyar Made Mahayastra senantiasa akan terus berusaha membantu mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat. Program ini bersama dengan dinas/instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan Gianyar yang akan selalu berupaya membantu.

Salah satu contoh Pemkab Gianyar bekerja sama dengan Yayasan CHIAKI Jepang memberikan bantuan kursi roda, memberikan bantuan beasiswa pada siswa SMP, SMA, SMK yang berprestasi dari keluarga kurang mampu. Berdasarkan data hingga saat ini sudah ada sebanyak 157 siswa yang telah dibantu beasiswa oleh Yayasan CHIAKI.

“Selain bantuan kursi roda, kami juga bekerja sama dengan Dinasker memberikan pelatihan pada penyandang disabilitas agar mereka bisa berdaya secara ekonomi. Ke depan kami juga akan menjajagi kerjasama dengan Yayasan CHIAKI Jepang memberikan pelatihan pada penyandang disabilitas di Gianyar,” kata Ny. Adnyani Mahayastra.

Sebagai tambahan, menurut Ny. Adnyani Mahayastra kedatangan Mr. Kono dari Yayasan CHIAKI Jepang ke Gianyar adalah juga untuk melihat langsung beberapa tenaga kerja di Gianyar yang akan magang ke Jepang yang difasilitasi oleh Yayasan CHIAKI.

Selain Ari Malini ada beberapa penyandang disabilitas yang mendapat bantuan kursi roda, seperti Ketut Baru dari Lingkungan Sampiang Gianyar, Gusti Agung Wiyat dari Keramas Blahbatuh, I Ketut Resep dan Ni Wayan Latri dari Desa Bakbakan Gianyar, Ni Nyoman Limpen dari Buruan Blahbatuh, Ni Luh Repot dari Desa Kendran,  Ni Made Nyaring dan Ni Ketut Sinuk dari Desa Pejeng Tampaksiring, Ni Made Pica dari Desa Guwang Sukawati, I Dewa Ayu Mirantika dari Desa Batubulan, Ni Putu Dina Prasisca dari Batubulan. I Wayan Rico Laksmana dari Singakerta Ubud dan I Wayan Sadri dari Desa Kerta Payangan.*kup

BAGIKAN