Penuhi Kebutuhan Uang di Bali Utara, BI Tawarkan Kas Titipan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menekankan keberadaan kas titipan dalam upaya memenuhi kebutuhan uang rupiah bagi masyarakat maupun perbankan

18

Denpasar (bisnisbali.com) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menekankan keberadaan kas titipan dalam upaya memenuhi kebutuhan uang rupiah bagi masyarakat maupun perbankan di daerah yang letaknya jauh dari Kantor Perwakilan BI (berapa pada remote area).

“Kas titipan di Buleleng contohnya, untuk menyediakan uang dengan kualitas baik dan mencukupi wilayah Bali Utara karena jarak yang lumayan jauh apabila mereka harus ke Denpasar,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Minggu (12/1) kemarin.

Menurutnya, mekanisme kas titipan di Buleleng yaitu BI mengirim secara berkala ke bank mitra dalam hal ini Mandiri. Uang-uang yang telah terkirim untuk memenuhi kebutuhan semua bank di Buleleng dan daerah lainnya.

“Intinya kas titipan adalah penyediaan uang milik BI sebagai titipan pada salah satu bank dalam rangka mencukupi persediaan kas perbankan guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang rupiah yang layak edar di suatu wilayah atau daerah tertentu,” ujarnya.

Diakui, keberadaan kas titipan ini selain penyediaan uang kartal juga menjaga agar uang itu tetap bersih, tidak lusuh sesuai dengan program yang baru saja dicanangkan BI melalui “Bali Bersih Uang Lusuh” (Bersiul) ke seluruh pelosok negeri. BI mempunyai kewajiban untuk senantiasa menyediakan uang kartal dalam jumlah yang cukup, dalam pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar.

Trisno menerangkan, program Bali Bersiul bisa dikatakan mulai berjalan baik. Dalam hal ini BI juga menginginkan pihak perbankan sesegera mungkin menyerahkan uang lusuh yang beredar di masyarakat, kemudian diganti dengan uang baru.

“Hasil survai tadi perlu terus kita pertahankan dan tingkatkan ke level yang lebih baik lagi, lantaran Bali sebagai tujuan wisata, uangnya harus bersih-bersih,” ucapnya.

Sebelumnya BI menyebutkan Kabupaten Buleleng dengan ibu kota Singaraja, mempunyai luas wilayah 1.365,88 km2 atau 24,25 persen dari luas Bali, merupakan salah satu kabupaten terjauh dari Kota Denpasar. Jarak Singaraja dari Denpasar yaitu 107 km lewat Bedugul, 122 km lewat Kintamani dan 113 km lewat Pupuan. Jarak tersebut menjadi kendala bagi KPw BI Bali dalam menjalankan tugas pengedaran uang, khususnya untuk menyediakan jumlah dan jenis pecahan uang rupiah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta penyediaan uang rupiah yang layak edar dan tepat waktu.

“Dengan adanya kas titipan di Singaraja, maka diharapkan adanya peningkatan cakupan wilayah layanan terkait penyetoran maupun penarikan uang kartal dari bank peserta meliputi Kabupaten Buleleng (Kota Singaraja) dan Kabupaten Jembrana (Kota Negara) serta daerah sekitarnya,” paparnya. *dik

BAGIKAN