I Nyoman Suwirta Serius Kelola Sampah

PEMKAB Klungkung menerima bantuan dana corporate social responsibility (CSR) dari Indonesia Power Wilayah Bali

PEMKAB Klungkung menerima bantuan dana corporate social responsibility (CSR) dari Indonesia Power Wilayah Bali. Penyerahan bantuan ini dilakukan GM Indonesia Power Unit Pembangkit Bali, I Gusti Ngurah Agung dan diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan AA Kirana di ruang rapat Bupati Klungkung.

Adapun bentuk bantuan CSR tersebut, yaitu bantuan dana Rp72 juta untuk pembelian mesin pencacah di TOSS Center Karangdadi dan Rp120 juta untuk perluasan bangunan TOSS Desa Paksebali.

Bupati Suwirta mengucapkan terima kasih kepada pihak Indonesia Power karena telah berkomitmen mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Klungkung. Pihaknya berharap kerja sama ini akan terus terjalin dengan baik. Bupati asal Nusa Ceningan ini mengatakan, tahun 2020 pengelolaan sampah di Klungkung akan dilakukan dengan lebih pasti. “Saat ini kami sudah melakukan pengelolaan namun sampah masih banyak ditemukan di lapangan. Maka dari itu, tahun ini kami akan bekerja lebih maksimal sehingga teknologi TOSS benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut Bupati Suwirta menjelaskan, saat ini sampah di pasar sudah mulai dipilah antara plastik dan organik. Selain itu, pihak rumah tangga akan diingatkan kembali agar memilah sampah dari rumah. Terkait pembangunan TOSS Center Karangdadi pada tahun ini telah dianggarkan dana Rp2,7 miliar dan nantinya akan terdapat pusat belajar (learning center) tentang TOSS. Sampah yang datang nantinya sudah dipilah, di mana sampah plastiknya akan dibeli oleh swasta, sedangkan sampah organik akan dicacah hingga menjadi serbuk. Namun, konsep sampah menjadi listrik tetap ada di TOSS Center.

Lahan seluas tiga hektar juga sudah disiapkan untuk menjadi demplot memanfaatkan pupuk organik hasil olahan dari sampah melalui metode Ozaki, Jepang. Harapannya semua sampah langsung diolah dan  tidak ada sampah yang menumpuk.

Kepada Kadis LHP, Bupati Suwirta memerintahkan untuk secepatnya mempertegas imbauan pemilahan sampah dari rumah sehingga sampah yang masuk ke TOSS Center sudah terpilah dan bisa secepatnya diolah.

“Sampah yang masuk ke TOSS Center harus habis diolah, tidak boleh ada sampah yang menumpuk dengan memanfaatkan semua teknologi yang ada, seperti dijadikan peyeum, maupun diolah menjadi pupuk melalui metode Ozaki, Jepang. Karena jika seandainya sampah sampai menumpuk, maka akan menjadi masalah baru,” katanya.

Ia menambahkan, perangkat Desa Paksebali juga telah berkomitmen untuk memproses sekaligus memerangi masalah sampah di tingkat desa melalui sumbernya. Selama ini warga setempat sudah memilah sampah mulai dari rumah tangga. Pihak desa sangat mengapresiasi langkah pemkab yang terus berupaya memfasilitasi desa untuk mendapatkan pendampingan dan anggaran dari pihak-pihak yang ikut dalam penanganan masalah sampah. *dar

BAGIKAN