2020, Ekonomi Bali Diperkuat dengan Basis Sektor Pertanian

Tahun 2020, Gubernur Bali Wayan Koster akan fokus melakukan penguatan fundamental perekonomian Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tahun 2020, Gubernur Bali Wayan Koster akan fokus melakukan penguatan fundamental perekonomian Bali. Ekonomi Bali akan diperkuat dengan basis sektor pertanian karena 60 persen kehidupan masyarakat Bali berbasis pertanian.

Saat berbicara dalam Simakrama Bank Indonesia KPw Bali, Wayan Koster menyampaikan, pertanian akan dikuatkan dari hulu ke hilir. “Hulu harus dikelola secara tepat dan pengelolaan hilir akan melibatkan perbankan,” ujarnya Rabu (8/1).

Program di hilir yang akan dilakukan adalah membangun sentra pangan, pengembangan industri pangan dan ketiga memacu ekspor dengan meningkatkan kualitas produk yang berdaya saing orientasi ekspor.

Industri olahan di Bali yang bisa dikembangkan dengan berbasis pertanian tradisi Bali banyak seperti industri kopi, kakao, jeruk, salak, manggis, pisang, arak, wine. Meski arak masuk dalam daftar negatif investasi (DNI). Ia akan memperjuangkan agar perpres direvisi, karena arak merupakan minuman yang tumbuh dan hidup di masyarakat Bali, Indonesia, hendaknya didukung. Saat ini minuman beralkoholo impor merajai pasar Indonesia dan Bali.

Penopang utama ekonomi Bali yaitu pariwisata juga tetap menjadi perhatian. Ia meminta agar promosi pariwisata tidak perlu banyak ke luar negeri. Cukup membuat event untuk diundang ke Bali. Salah satu event yang akan dibuat untuk menarik wisatawan adalah event tematik yaitu festival kopi internasional dan festival budaya dunia pada bulan November.

Rencana penggunaan motor listrik berbasis baterai yang sudah dipergubkan, akan benar-benar diimplementasikan tahun 2020. Penggunaannya menggunakan sistem zonasi seperti di Ubud, Kuta, Sanur, Nusa Penida, dan lain-lain.

Untuk mendukung ekonomi di sektor pariwisata, ia juga menyiapkan sarana prasarana, termasuk infrastruktur darat, laut dan udara secara terintegrasi. Transportasi darat menjadi fokus utama sebelum Bandara Bali Utara dibangun. Pusat pertumbuhan ekonomi Buleleng akan tumbuh dengan selesainya shortcut Mengwi-Singaraja. Tahun ini tol Denpasar-Gilimanuk juga akan dirancang. Tahun 2021 mulai pembebasan lahan. Pembangunan ini akan melibatkan pihak swasta. Monorel penghubung Bali Utara dan Selatan juga sedang disiapkan.

Tidak hanya di darat, Wayan Koster di era kepemimpinannya akan membangun pelabuhan segitiga Sanur, Nusa Penida, Nusa Lembongan. Tender akan dibuka pada Februari 2020 dengan anggaran Rp 450 miliar dari APBN, dibangun di Nusa Penida dengan anggaran Rp 90 miliar, di Nusa Lembongan dengan anggaran Rp 17 miliar, dan Sanur-Matahari terbit dengan anggaran lebih dari Rp 200 miliar. Pembangunan Nusa Penida dan Nusa Lembongan akan dijalankan tahun ini dan selesai tahun ini. Pembangunan di Sanur dimulai tahun ini dan ditarget rampung tahun 2021.

Penguatan ekonomi ini akan membawa angin segar bagi ekonomi Bali. Bali ditargetkan dapat tumbuh 6 persen tahun 2020.

Ketua BI KPw Bali Trisno Nugroho menyampaikan, target 6 persen dari Gubernur Bali sejalan dengan proyeksi BI Bali, karena rangenya 5,8-6,1 persen. Untuk mencapai target itu, ada upaya yang tidak biasa yang harus dilakukan.

Terkait keinginan memperkuat pertanian sebagai fundamental ekonomi, Trisno mengaku tak heran. Hal ini karena 6 kabupaten/kota pilarnya adalah pertanian.

Saat ini, katanya, Bali menjadi importir bahan pangan dari Jawa Timur dan NTB seperti beras, bunga dan cabai merah. Bali sesungguhnya mempunyai 6 kabupaten/kota yang bisa ditanami komoditi tersebut. Ia pun mendorong milenial untuk bertani namun menggunakan teknologi.

Satu hal yang menggembirakan yang menjadi sinyal positif ekonomi Bali tumbuh tinggi adalah investasi Bali mulai tumbuh tahun 2020 karena investasi 2019 agak menurun. Tahun 2019, dengan kondisi yang cukup berat dapat dilewati dengan cukup baik. Tahun 2020, dengan kejelian dan kematangan membaca data, bisa menjadi modal pelaku ekonomi untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

Sementara, lapangan usaha pertanian yang menjadi fokus utama penguatan ekonomi Bali tumbuh 13 persen. Empat lapangan usaha yaitu akmamin, pertanian, perdagangan diharapkan menjadi pengungkit ekonomi Bali tumbuh 6 persen. Meski banyak yang mengatakan pariwisata turun, nyatanya pariwisata naik 3 persen menjadi 6,3 persen padahal secara nasional pariwisata Indonesia turun. *kmb

BAGIKAN