Prediksi 2020, Miliki Modal Sosial, LPD Diyakini bisa Bertumbuh  

MEMASUKI tahun 2020 ini, penguatan integrasi dengan desa adat diharapkan mampu ditingkatkan oleh LPD untuk perkembangan ke depan.

23
Layanan nasabah di sebuah LPD

Beberapa tahun terakhir, lembaga keuangan dihadapi dengan persoalan ekonomi lesu, tidak terkecuali lembaga perkreditan desa (LPD). LPD yang merupakan lembaga keuangan milik desa adat memiliki kekuatan dari sisi kepercayaan krama (masyarakat adat) yang membuatnya mampu bertahan dan bertumbuh dalam situasi sulit serta persaingan saat ini. Apa yang harus dilakukan pada 2020 ini?

MEMASUKI tahun 2020 ini, penguatan integrasi dengan desa adat diharapkan mampu ditingkatkan oleh LPD untuk perkembangan ke depan.

Selain lesunya perekonomian, tahun 2019 termasuk beberapa tahun terakhir, berbagai tantangan dihadapi oleh LPD. Mulai dari persaingan dalam penyaluran kredit terutama dengan suku bunga KUR hingga permasalahan kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang dihadapi LPD. Kondisi lainnya, LPD yang memiliki tujuan mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya di desa adat, tentu profit (keuntungan) lembaga bukan satu-satunya hal yang ingin dicapai, melainkan mensejahterakan masyarakat serta memberikan manfaat kepada masyarakat menjadi tujuan utama.

Situasi ini pun membuat berbagai upaya dilakukan oleh LPD untuk tetap bisa bertahan terlebih lagi bertumbuh dalam kondisi sulit. Seperti membuat program-program menarik dalam hal penyaluran kredit, di antaranya memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menggelar kredit sengan suku bunga murah hingga menyasar kredit produktif dengan membangun wirausaha di pedesaan.

Upaya tersebut cukup membuahkan hasil. Berdasarkan data yang dimiliki Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD) Provinsi Bali, aset LPD se-Bali hingga November 2019 mencapai Rp24,1 triliun, tumbuh 9,34 persen dari April 2019. Demikian dalam hal penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan hingga 5,05 persen dari Rp15 triliun yang tercatat pada April 2019 menjadi Rp15,7 triliun tercatat hingga akhir November 2019.

Kepala LP-LPD Provinsi Bali I Nengah Karma Yasa mengatakan, perolehan tersebut menunjukkan LPD masih menjadi pilihan serta mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga ke depan harus terus mampu memberbaiki kualitas kinerjanya untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPD. “Kepercayaan krama yang terus meningkat menjadi kekuatan dan disebut modal sosial oleh LPD dalam menghadapi persaingan saat ini,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kinerja LPD tahun 2020, beberapa hal akan dilakukan lewat program kerja telah disusun oleh LP-LPD yaitu, meningkatkan kapasistas dan kualitas LPD melalui peningkatan kualitas SDM, memperkuat pengawasan LPD yang berbasis risiko, mewujudkan perlindungan terhadap LPD dan perlindungan terhadap nasabah serta memperkuat keberadaan LPD berdasarkan hukum adat di desa adat yang bersangkutan.

Pemerhati LPD AA Rai Astika mengatakan, pada dasarnya, keberadaan  LPD telah berkembang begitu pesat. Namun seperti halnya lembaga keuangan lainnya LPD juga menghadapi beberapa rintangan. Seperti kredit bermasalah serta persaingan dalam penyaluran kredit. Menurutnya, permasalahan ini dikarenakan kurang optimalnya integrasi antara pengurus LPD dan desa adat.

Rai Astika mengatakan, integritas yang dimaksudkan tidak hanya pada persoalan aturan dalam pengelolaan LPD, namun juga mampu menyelesaikan permasalahan kredit. “Mulai dari pemberian kredit, penanganan kredit bermasalah hingga pengambil alih agunan serta penyelesaian agunan yang telah diambil alih harus terintegrasi (diputuskan bersama) dengan desa adat melalui paruman atau sebagainya. Keputusan tidak dilakukan sendiri oleh LPD yang bisa saja berdampak pada ketidakpuasan krama serta berpengaruh terhadap kepercayaan krama,” ungkap Rai Astika.

Di sisi lain, untuk mengatasi persaingan pada era digital saat ini, Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan mengatakan, beberapa poin yang harus ditingkatkan pada tahun 2020 ini adalah peningkatan kualitas SDM serta penggunaan teknologi digital baik dalam layanan ataupun operasional. Dalam peningkatan kualitas SDM, sertifikasi kompetensi yang telah berjalan menjadi jawaban. Dalam penggunaan teknologi digital, pihaknya yang telah bekerja sama dengan PT Ussi terus mensosialisasikan program LPD Go Digital kepada LPD lainnya. “Ini sudah berjalan, bahkan ada beberapa LPD yang telah menggunakan layanan ATM saat ini di samping LPD mobile, SMS LPD dan produk digital lainnya yang sudah dijalankan LPD,” ujarnya.  *wid

BAGIKAN