BPR harus Kerja Sama dengan Fintech 

Tantangan yang dihadapi bank perkreditan rakyat (BPR) pada 2020 akan makin berat.

KERJA SAMA - Pengurus BPR wajib menjalin kerja sama dengan fintech sehingga siap menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0

Mangupura (bisnisbali.com) Tantangan yang dihadapi bank perkreditan rakyat (BPR) pada 2020 akan makin berat. Menghadapi era milenial ini, BPR dituntut bisa bekerja sama dengan salah satu financial technology (fintech) peer to peer lending.

Sekretaris DPK Perbarindo Kabupaten Badung, Wayan Eka Sudirta, Minggu (5/1) mengatakan, dalam era digital yang utama, BPR wajib meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dengan SDM berkualitas, BPR mampu memberikan layanan digital.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas SDM tentu diikuti peningkatan teknologi informasi. “Perangkat TI BPR harus bisa memenuhi kebutuhan layanan nasabah di era digital,” katanya.

Eka Sudirta memaparkan, pada 2020 BPR tidak bisa hanya menampilkan gedung yang representatif. BPR juga dituntut mampu memberikan layanan dengan berbasis teknologi.

Ia mencontohkan BPR Parasari Sibang akan merancang bekerja sama dengan salah satu perusahaan fintech. Keberadaan fintech akan memberikan prospek untuk men-support perkembangan usaha BPR.

Dalam kerja sama tersebut, BPR bisa bersinergi dengan fintech, terutama dalam pengembangan data base nasabah. Hal ini untuk memudahkan BPR dalam funding maupun lending.

Dalam pengembangan usaha, BPR bisa saja mengkolaborasikan funding dan lending dengan fintech. Hal ini memudahkan BPR tumbuh maju dan berkembang bersama fintech.

Eka Sudirta menambahkan, BPR tentu sangat selektif memilih fintech yang akan diajak bekerja sama. “Yang jelas, BPR Parasari Sibang sudah menjajaki kerja sama dengan salah satu fintech. “Zaman era revolusi industri 4.0, BPR wajib melakukan pendekatan dengan fintech,” katanya. *kup

BAGIKAN