Tekan Inflasi Januari 2020 BI Konsisten Jaga Stabilitas Harga di daerah

Denpasar (bisnisbali.com) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi bulanan pada Januari 2020 akan tetap terkendali. Dengan demikian, inflasi tahunan pada Januari 2020 akan tetap berada pada kisaran sasaran inflasi nasional yaitu 3,0±1%.

“Meskipun demikian, terdapat potensi tekanan harga pada Januari 2020 yang bersumber dari adanya perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN)  yaitu perayaan Tahun Baru Imlek yang juga menarik minat wisatawan berkunjung ke Bali,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho di Renon, Jumat (3/1) kemarin.

Selain itu, frekuensi hujan dan gelombang laut tinggi yang berpotensi menahan produksi dan pasokan bahan makanan dari luar Bali sehingga berpotensi menekan inflasi pada Januari 2020. Menghadapi potensi tantangan tersebut, Trisno menyampaikan, BI Bali akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga di daerah. Caranya dengan koordinasi yang solid dengan organisai perangkat daerah, dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). BI Bali juga memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran.

“Kegiatan pengendalian inflasi tetap diarahkan pada tercapainya 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi ekspektasi,” ujarnya.

BI memastikan bersama organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Bali terus berusaha keras menjaga dan mengendalikan inflasi tahun 2020 dengan meningkatkan koordiasi dan kolaborasi serta mengambil langkah  langkah antisipatif guna menjaga stabilitas dan ekspektasi harga.

Ia pun menyebutkan, berdasarkan data tekanan harga di Bali pada Desember 2019 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan harga terutama terjadi pada kelompok makanan seperti nasi lauk, bawang merah, serta kelompok transportasi khususnya angkutan udara.  Tekanan harga tersebut disebabkan oleh terjadinya kenaikan dari sisi permintaan seiring dengan banyaknya hari besar keagamaan pada Desember serta terjadinya peningkatan jumlah wisatawan pada high season.

Dengan demikian, inflasi pada Desember 2019 secara bulanan (mtm) akan lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya. Untuk keseluruhan 2019, dengan memperhatikan inflasi pada bulan-bulan sebelumnya maka inflasi Bali akan lebih baik dibandingkan inflasi tahun 2018.

Ia pun menjelaskan pada Desember 2019, Bali mengalami inflasi 0,71 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,03 persen (mtm). Pencapaian inflasi Bali pada Desember ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat 0,34 persen (mtm). Sementara itu secara tahunan, inflasi Bali tercatat 2,38 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan nasional 2,72 persen (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada Desember 2019 berada di bawah rentang sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy).

Inflasi terjadi pada kedua kota sampel IHK yaitu kota Denpasar yang tercatat 0,81 persen (mtm) dan Singaraja mencatat inflasi 0,27 persen (mtm). Di Kota Denpasar, inflasi bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,21 persen (mtm) dan kelompok bahan makanan 1,36 persen (mtm), sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi. Sementara, inflasi di Singaraja bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,65 persen (mtm) dan kelompok bahan makanan yaitu 0,58 persen (mtm). *dik

BAGIKAN