Koperasi harus Tingkatkan Daya Saing

Persaingan ketat dengan lembaga keuangan bank dan non-bank, menuntut koperasi meningkatkan daya saing dan performa

Made Mudiardana

Denpasar (bisnisbali.com) – Persaingan ketat dengan lembaga keuangan bank dan non-bank, menuntut koperasi meningkatkan daya saing dan performa. Ketua KSP Citra Buana Raya Mas Ubud, I Made Mudiardana mengatakan, tingkat suku bunga jadi kunci sukses dalam menghadapi persaingan.

“Tingkat suku bunga menjadi kunci utama dari kesuksesan koperasi menggaet konsumen yang notabene adalah anggota koperasi. Dengan suku bunga yang bersaing, maka tentunya menjadi daya tarik bagi anggota koperasi. Apalagi di tengah banyaknya tawaran kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga sangat rendah,” katanya di Denpasar.

Di tengah persaingan ini, tentunya pihaknya mencari solusi solusi dan terobosan di antaranya yaitu meningkatnya kualitas SDM, yang menjadi langkah awal dan pondasi penting dalam membangun koperasi. “Kita di CBR sudah menyiapkan dana pendidikan yang sesuai dengan aturan  koperasi, yaitu dana pendidikan 5 persen. Itulah yang kita pergunakan seoptimal mungkin dan artinya kita jangan pelit untuk menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM,” ungkapnya.

Ia mengatakan, inovasi dan terobosan baru selalu dilakukan dalam memajukan koperasi. “Kami melihat kondisi sekitar dan membuat terobosan, seperti misal mematok bunga kredit yang lebih fleksibel dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Tapi tentunya dalam batas kewajaran dan keamanan bagi usaha koperasi,” katanya.

Hal tersebut diakui menjadi kunci untuk  bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Apalagi dengan pelayanan terhadap anggota diyakini menjadi cara termudah untuk menggaet masyarakat dengan semaksimal mungkin. “Kami sudah menerapkan yaitu istilahnya 5S yaitu sapa, sopan santun, senyum dan juga rasa terima kasih kepada anggota dan calon-calon anggota. Dengan pelayanan yang baik tersebut dan ramah dan kekeluargaan, anggota akan merasa senang datang ke koperasi  dan mungkin memiliki rencana setiap bulan atau setiap minggu datang ke kantor,” katanya.

Namun, di tengah kondisi ekonomi dan persaingan ini yang harus diperhatikan berani bersaing bagaimana caranya dengan efisiensi operasional. “Kami juga selalu memperhatikan kompetitor kita berapa mereka memasang tingkat suku bunga. Jadi kita harus fleksibel,  contohnya dengan pemberian suku bunga kredit kami saat ini udah bisa memberikan suku bunga kredit sampai 1,3 persen menurun terhadap anggota koperasi masih bisa bersaing dan layak dipergunakan produknya oleh anggota dan calon anggota,” katanya.

Makanya KSP CBR mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat signifikan.  Sampai saat ini koperasi telah memiliki aset Rp60 miliar. Tahun 2020 diharapkan koperasi akan makin berkembang. *pur

BAGIKAN