Bandara Ngurah Rai Antisipasi Musim Hujan

Memasuki musim hujan di awal tahun ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menerapkan beberapa langkah antisipasi.

LANDING - Sebuah pesawat udara melakukan landing di runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat turun hujan.

Mangupura (bisnisbali.com) –Memasuki musim hujan di awal tahun ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menerapkan beberapa langkah antisipasi. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kondisi bandara tetap dalam keadaan prima guna melayani penerbangan serta pengguna jasa bandara.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry AY Sikado menyatakan pihaknya telah menerapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadinya fenomena tersebut. “Dari prediksi BMKG ada potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali Barat hingga 4 Januari, di antaranya Jembrana dan Tabanan. Meski Badung sebagai lokasi bandara belum termasuk wilayah yang terdampak fenomena cuaca ekstrem, kami telah menerapkan beberapa langkah antisipasi, terutama dalam kesiapan fasilitas,” ujar Herry.

Sebagai infrastruktur penunjang transportasi yang mensyaratkan standar keselamatan tinggi, setiap bandara dituntut untuk selalu berada dalam kondisi prima dalam melayani penerbangan di tiap kondisi cuaca. Tak terkecuali bandara yang menjadi pintu gerbang pariwisata Bali ini. “Terlebih saat ini kita masih berada dalam masa libur Nataru, frekuensi penerbangan dari dan menuju Bali masih tinggi. Tentunya kami siap untuk mengawal keselamatan dan kenyamanan penerbangan,” lanjutnya.

Menurutnya, infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan operasional pesawat udara, utamanya runway, taxiway, dan apron wajib dipastikan untuk dapat beroperasi optimal dalam kondisi cuaca apapun. Saluran drainase pun telah dicek dan dipastikan untuk bersih dari sedimen lumpur dan rerumputan yang dapat mengganggu aliran air. “Hal ini menjadi kunci dari kondisi area sisi udara tetap dalam keadaan prima walaupun terjadi hujan lebat,” jelasnya.

Area sisi udara terutama runway yang menjadi infrastruktur krusial bagi pergerakan pesawat udara, wajib bebas dari benda asing atau Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan operasional pesawat udara. Pembersihan rubber deposit yang timbul dari gesekan roda pesawat dengan permukaan landas pacu juga turut dilakukan secara periodik dengan bantuan kendaraan Runway Rubber Removal dan Runway Sweeper.

Selain memastikan kondisi infrastruktur di area sisi udara, pihak bandara juga memastikan kenyamanan kondisi area terminal dan area jalan akses yang dilewati oleh publik di sekitar area bandara. “Rimbunan pohon peneduh di sekitar area jalan akses masuk dan jalan di area bandara turut kami pastikan untuk tidak membahayakan masyarakat jika nanti terjadi hujan lebat. Pun demikian dengan jaringan kabel serta tentunya fasilitas terminal bandara,” tutup Herry.

Menurut prediksi Stasiun Meteorologi BMKG Ngurah Rai, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami fenomena cuaca ekstrem mulai tanggal 5 – 10 Januari 2020. *dar

BAGIKAN