Badan Riset dan Inovasi Daerah mulai Beroperasi

Awal 2020, organisasi perangkat daerah (OPD) baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah mulai beroperasi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Awal 2020, organisasi perangkat daerah (OPD) baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah mulai beroperasi. OPD yang dipimpin Made Gunaja tersebut mendapat respons positif kalangan akademisi di Bali.

Akademisi Universitas Warmadewa Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menyambut baik mulai bertugasnya OPD baru di lingkungan Pemprov Bali tersebut. Menurutnya, sudah saatnya pembangunan Bali berbasis pada riset, seperti di negara-negara maju.

Dikatakan, Bali memiliki 62 perguruan tinggi yang secara aktif menghasilkan riset. “Pembentukan OPD ini, menurut saya langkah cerdas dari Gubernur Koster. Kami, khususnya akademisi Warmadewa tentunya akan siap bersinergi dengan pemerintah,” ungkap Wisnumurti, di Denpasar.

Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BPPTI) Wilyah Bali ini, mengatakan riset sangat penting dan sangat dihargai di negara maju. Bahkan, pihak swasta atau perusahaan rela ‘merogoh kocek’ membiayai riset di perguruan tinggi yang kemudian digunakan untuk memajukan perusahaannya. Ia berharap kondisi tersebut juga terjadi di Bali dan Indonesia pada umumnya.

Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali akan menjadi fasilitator karya akademisi dengan pemerintah dan juga swasta. Wisnumurti, mengajak civitas akademika perguruan tinggi terus berinovasi melahirkan karya yang bermutu demi pembangunan bangsa.

Sebagai Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali ( YKKPB) ia tahu betul perguruan tinggi (PT) di era ini dituntut memaksimalkan perannya dalam membantu pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Peran tersebut bisa dimulai dari kewajiban untuk melakukan riset, yang dapat secara nyata membantu masyarakat. Karena penelitian menjadi sangat penting tidak hanya bagi kemajuan perguruan tinggi namun juga dalam membantu masyarakat. “Saya berharap dengan adanya penelitian-penelitian dari PT khususnya Unwar dapat membantu banyak pihak, terutama masyarakat dan pemerintah. Hasil-hasil riset selama ini telah banyak terealisasi dalam bentuk pengabdian masyarakat dan ada juga yang telah dikemas menjadi sebuah produk. *pur

BAGIKAN