Prediksi 2020, Ekonomi Bali Optimis Tumbuh lebih Tinggi, hingga 6,10 Persen

Masuknya periode puncak panen tanaman bahan makanan dan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN),

PARIWISATA - Menggeliatnya sektor pariwisata diprediksi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali pada 2020.  

Masuknya periode puncak panen tanaman bahan makanan dan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN), mendorong pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I 2020 yang diperkirakan dalam kisaran 5,60-6,00 persen (yoy) atau meningkat dibanding prakiraan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2019. Itu seiring dengan berlanjutnya pengerjaan beberapa proyek konstruksi dan infrastruktur. Lalu, berapa besar prospek ekonomi dan inflasi Bali sepanjang 2020?

DARI sisi permintaan, meningkatnya kinerja ekonomi Bali tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja komponen utama ekonomi Bali. Adanya beberapa periode HBKN di periode laporan berupa dampak lanjutan perayaan Tahun Baru dan perayaan Imlek yang berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisman Tiongkok, mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor LN, khususnya jasa.

Sejalan dengan hal tersebut, meningkatnya optimisme pelaku usaha sejalan dengan prakiraan berlanjutnya penurunan tingkat suku bunga kredit perbankan dan kebijakan pemerintah terpilih yang telah terkonfirmasi oleh pelaku usaha serta berlanjutnya pengerjaan proyek konstruksi dan infrastruktur, berpotensi mendorong kinerja investasi.

Sementara itu, dari sisi penawaran, meningkatnya kinerja ekonomi Bali diperkirakan didorong oleh meningkatnya kinerja lima lapangan usaha utama, yaitu lapangan usaha penyediaan akomodasi makan dan minum, pertanian, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan serta konstruksi.

Dengan mencermati perkembangan ekonomi, prompt indikator, hasil survai dan liaison terakhir, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho memperkirakan, perekonomian Bali pada 2020 akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan prakiraan 2019 dalam kisaran 5,70-6,10 persen (yoy).

Sementara inflasi Bali pada triwulan I 2020 diperkirakan akan meningkat dibanding prakiraan triwulan sebelumnya, yaitu dalam kisaran 3 persen ± 1persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh rencana kenaikan cukai rokok 23 persen, sehingga berisiko mendorong peningkatan inflasi Bali secara signifikan.

Sejalan dengan itu, risiko meningkatnya frekuensi hujan, dapat menahan produksi komoditas bumbu-bumbuan sehingga akan berdampak terhadap terjadinya peningkatan inflasi pada triwulan I 2020.

“Meskipun terdapat risiko kenaikan inflasi, namun melalui koordinasi dan kerja sama dengan TPID, tingkat inflasi Bali pada triwulan I 2020 diperkirakan dapat tetap terkendali,” katanya.

Secara keseluruhan, inflasi Bali pada 2020 diperkirakan akan meningkat dibanding 2019 dan diperkirakan berada dalam kisaran 3 persen ± 1persen (yoy), berada di bawah nilai tengah range tersebut. Perkiraan inflasi pada 2020, juga berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 3 persen ± 1 persen(yoy), sebagaimana tercantum dalam PMK No.93/PMK.011/2014 tentang Sasaran Inflasi.

Berdasarkan disagregasinya, meningkatnya tekanan inflasi pada 2020, terutama bersumber dari kenaikan tekanan inflasi pada kelompok volatile food dan administered price, sementara kelompok core inflation diperkirakan akan tetap terjaga. Sementara itu, dari sisi kelompok pengeluaran, tekanan harga terutama bersumber pada kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Kecukupan pasokan komoditas pokok dan koordinasi serta langkah-langkah strategis yang dilakukan TPID berkontribusi terhadap tetap terkendalinya inflasi pada 2020.

Ia pun menegaskan kembali terkait pertumbuhan ekonomi di Bali menunjukkan tren yang baik, meski secara umum ekonomi Indonesia menunjukkan potensi menurun.

“Kita optimis pertumbuhan ekonomi di Bali akan menguat dibandingkan tahun sebelumnya. Begitupun tingkat inflasi di Bali akan tetap berada di bawah tingkat inflasi nasional,” terangnya.

Ketiadaan peristiwa besar seperti periode pemilu seperti tahun lalu juga jadi indikator stabilnya ekonomi di Bali, sehingga sektor utama seperti pariwisata bisa lebih baik pertumbuhannya. Namun, Trisno tetap memberikan catatan kepada beberapa faktor yang bisa saja mempengaruhi tingkat inflasi pada 2020. “Tantangan  ke depan adalah naiknya iuran BPJS Kesehatan hingga naiknya cukai rokok yang kemungkinan juga bisa berpengaruh kepada inflasi,” ucapnya. *dik

BAGIKAN