Layanan BPR harus Berbasis Teknologi 

Persaingan bank perkreditan rakyat (BPR) pada 2020 akan makin ketat.

TEKNOLOGI - Layanan BPR 2020 harus berbasis teknologi.

Mangupura (bisnisbali.com) –Persaingan bank perkreditan rakyat (BPR) pada 2020 akan makin ketat. Layanan BPR 2020 harus berbasis teknologi, sehingga siap bersaing dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lainnya.

Ketua Yayasan Perbarindo Bali, Ketut Wardana, Kamis (2/1) mengatakan, ke depan kemudahan layanan BPR tidak harus dalam bentuk tambahan kantor cabang atau kantor kas. Nasabah BPR berharap mendapat kemudahan layanan digital.

Ia menjelaskan, pada 2020 ini BPR paling tidak bisa memberikan layanan kredit secara online. “Harapan dan target Perbarindo ke depan, BPR di Bali semua bisa memberikan layanan secara online,” katanya.

Menurut Wardana, untuk memberikan layanan online BPR melengkapi fasilitas teknologi informasi (TI). Kesiapan fasilitas TI BPR ini juga tergantung kekuatan modal masing-masing BPR. Penyiapan fasilitas TI ini memang tentu melalui proses. BPR yang memiliki modal kuat lebih mudah mempersiapkan diri dengan layanan berbasis online.

Ia melihat BPR yang memiliki modal kecil juga memiliki kewajiban untuk memiliki fasilitas TI. BPR bisa bekerja sama bank untuk umum guna melengkapi fasilitas TI.  Pada 2020, BPR bisa melakukan kerja sama saling menguntungkan dengan bank umum, terutama dalam upaya bank umum membantu BPR menyiapkan fasilitas penerapan TI.

Wardana menambahkan, pada 2020 OJK juga memberikan peluang BPR bekerja sama dengan financial technology peer to peer lending. BPR juga bisa bekerja sama dengan fintech untuk memperkuat penerapan TI di BPR. *kup

BAGIKAN