BPR harus Pahami Kebutuhan Nasabah

Masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tentu berharap mendapatkan layanan keuangan yang berbeda dari sektor perbankan.

BPR - SDM BPR diarahkan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan sektor UMKM selaku nasabah.  

Gianyar (bisnisbali.com) Masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tentu berharap mendapatkan layanan keuangan yang berbeda dari sektor perbankan. Insan bank perkreditan rakyat (BPR) dituntut makin dekat dan memahami kebutuhan para nasabah.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja, Jumat (3/1) mengatakan, pada 2020 ini, model pelayanan biasa bisa dinilai tidak cukup untuk nasabah. Hal ini juga harus dibarengi dengan mengetahui kebutuhan masyarakat dan sektor UMKM.

Ia menjelaskan, masyarakat tetap membutuhkan layanan keuangan industri BPR. “Sebaliknya BPR wajib memberikan layanan dengan personal approach,” katanya.

Menurut Suarja, pelayanan BPR di era milenium ini penuh dengan sentuhan teknologi. Hanya saja, BPR tetap melayani nasabah dengan layanan dari hati ke hati.
Lebih lanjut dikatakannya, BPR harus bisa menampilkan perubahan layanan kepada nasabah. “Nasabah bisa merasakan layanan berbeda ketika dilayani SDM BPR,” katanya.

Ia menambahkan, layanan plus sentuhan teknologi ini harus diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) BPR. SDM berkualitas dan layanan prima akan menjadikan BPR tetap bertahan walaupun 2020 terjadi resesi ekonomi dunia. *kup

BAGIKAN