Jelang Nataru, Harga Sembako di Tabanan cenderung Turun

Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) transaksi konsumen akan komoditi sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Tabanan mulai mengalami lonjakan

MONEV - Tim Monev saat melakukan pemantauan di pasar jelang Nataru

Tabanan (bisnisbali.com) – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) transaksi konsumen akan komoditi sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Tabanan mulai mengalami lonjakan. Meski begitu, hal tersebut tak berdampak pada harga karena justru cenderung turun dari sebelumnya. Penurunan harga salah satunya terjadi pada daging ayam mencapai Rp 2.000 per kg dari sebelumnya.

Kasubag Penanaman Modal dan Pengembangan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tabanan, IB Kade Hardana, S.Sos. seizin Kepala Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, di Tabanan usai melakukan monitoring di dua pasar yakni Pasar Kediri dan Pasar Dauh Pala, Senin (23/12) kemarin mengungkapkan, terkait momen Nataru pemantauan harga sembako kian diintensifkan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan di pasaran dan upaya mengendalikan harga sehingga nantinya dipastikan konsumen bisa terpenuhi kebutuhan  akan sembako dengan harga yang wajar pada momen Nataru nanti.

“Monitoring harga sembako ini dilakukan di dua pasar dengan menggandeng OPD, yakni Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta dari dari Polres Tabanan,” tuturnya.

Jelas Kade Herdana, hasil dari monitoring di dua pasar tersebut mendapatkan harga kebutuhan pokok rata-rata dalam kondisi yang stabil, bahkan temuan di Pasar Dauh Pala sejumlah komoditi cenderung turun dari sebelumnya. Itu tercermin di antaranya, harga untuk cabai kecil masih stabil Rp 35.000 per kg, cabai besar stabil di Rp 25.000 per kg, bawang merah stabil di Rp 30.000 per kg, bawang putih Rp 25.000 per kg, serta beras kualitas medium stabil di Rp 11.000 per kg.

“Saat ini yang mengalami penurunan harga terjadi pada daging ayam, turun dari Rp 38.000 per kg menjadi Rp 36.000 per kg. Penurunan harga tersebut terjadi di Pasar Dauh Pala,” ujarnya.

Rencananya nanti, terkait pemantauan harga sembako jelang Nataru ini akan kembali dilakukan mendekati pergantian tahun, mengingat peluang gejolak harga sembako seiring dengan meningkatnya permintaan pasar masih dimungkinkan terjadi. Terkait hal tersebut diakuinya, waktu penyelenggaraan monitoring akan dilakukan kordinasi lebih lanjut nantinya. *man

BAGIKAN