Catatan Akhir Tahun 2019 Kemarau Panjang, Konsumsi Listrik di Bali pun Meningkat

KEMARAU panjang yang berlangsung pada tahun 2019 ini membuat udara panas terjadi cukup lama

Tidak seperti tahun sebelumnya, pada 2019, Bali menghadapi kemarau panjang. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap konsumsi listrik yang tahun ini mengalami kenaikan. Seperti apa?

KEMARAU panjang yang berlangsung pada tahun 2019 ini membuat udara panas terjadi cukup lama. Hal ini berpengaruh terhadap meningkatnya penggunaan alat-alat pendingin ruangan terlebih air conditioner (AC). Penggunaan AC sangat berdampak signifikan terhadap konsumsi listrik yang tahun ini mengalami kenaikan.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat, beban puncak tertinggi di Bali tahun 2019 terjadi pada Desember 966 megawatt (MW). Kondisi 3 bulan terakhir beban puncak yang terjadi juga cukup tinggi, yaitu pada Oktober 2019 tercatat 919 MW dan November 934 MW. General Manager PLN UID Bali Nyoman Swarjoni Astawa mengatakan, kenaikan beban puncak tahun 2019 terjadi 11 persen dibandingkan tahun 2018. “Konsumsi listrik di Bali sangat berpengaruh terhadap cuaca,” katanya.

Dalam hal penjualan, sampai November 2019 meningkat 332 GWh dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Penjualan secara kumulatif sampai November 2018 tercatat 4.823,98 GWh, sementara November 2019 penjualan mencapai 5.156,61 GWh atau tumbuh 6,90 persen (YoY). Tercatat pendapatan penjualan PLN UID Bali tahun 2019 mencapai Rp6,6 triliun dengan daya terpasang mencapai 3.710.839.489 volt ampere (VA).

Demikian dijelaskan, penjualan kWh di PLN UID Bali sangat dipengaruhi oleh 2 segmen pelanggan yaitu pelanggan bisnis dengan kontribusi penjualan 48,0 persen dan segmen pelanggan rumah tangga 41,0 persen. Begitu juga untuk pendapatan penjualan dari 2 segmen pelanggan ini juga menyumbang rupiah jual tertinggi, segmen bisnis 47,3 persen, rumah tangga 42,3 persen dari seluruh pendapatan PLN UID Bali.

Manajer Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya menambahkan, penggunaan AC sangat berdampak signifikan terhadap beban puncak. “Begitu hujan turun beberapa hari, beban puncak kembali turun berkisar di angka 900 MW,” ungkapnya.

Terkait dengan jumlah pelanggan hingga November 2019 total pelanggan PLN UID Bali tercatat 1.459.687 pelanggan. Pertumbuhan jumlah pelanggan sampai dengan periode November 2019 mencapai 66.648 pelanggan atau tumbuh sebesar 5,24 persen (YoY) terhadap November 2018. Jumlah pelanggan pada akhir Desember 2018 sebanyak 1.392.939 pelanggan.

Segmen rumah tangga menduduki jumlah pelanggan PLN tertinggi di Bali yaitu 82,6 persen dari seluruh pelanggan. Pelanggan bisnis di urutan kedua 11,1 persen dan segmen yang lain adalah segmen layanan khusus 2,9 persen, sosial 2,6 persen, pemerintah 0,7 persen dan Industri 0,08 persen. *wid

BAGIKAN