Jadi Tempat Berkreativitas, Pembangunan Fisik Alaya Dharma Negara Tuntas  

Balai Budaya Alaya Dharma Negara yang secara fisik pengerjaannya telah selesai 100 persen pada Selasa (17/12) lalu, dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh Tim Monev Pembangunan Pemkot Denpasar.

32
TINJAU - Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat meninjau Alaya Dharma Negara Kota Denpasar, Jumat (20/12).

Denpasar (bisnisbali.com) –Balai Budaya Alaya Dharma Negara yang secara fisik pengerjaannya telah selesai 100 persen pada Selasa (17/12) lalu, dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh Tim Monev Pembangunan Pemkot Denpasar. Dengan rampungnya pembangunan Gedung Alaya Dharma Negara ini, diharapkan mampu mengakomodir kreativitas insan kreatif Denpasar. Kegiatan monev melibatkan pimpinan OPD dan stakeholder terkait dipimpin Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara di Balai Budaya Alaya Dharma Negara, Jumat (20/12).

Sekda Rai Iswara didampingi Kadis PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta dan Kabag Adbang Setda Kota Denpasar Gede Cipta Sudewa Atmaja dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelaksanaan monev ini guna memastikan seluruh skup pekerjaan yang telah tertuang dalam dokumen kontrak, sehingga tidak ada pekerjaan yang ditinggalkan, mengingat batas waktu telah selesai pada 17 Desember lalu dan saat ini memasuki tahap perawatan hingga enam bulan ke depan. “Beberapa sarana perlengkapan gedung ini juga kita akan lakukan progress ke depan seperti lampu panggung, hingga sound system dalam mendukung kegiatan kreatif di Balai Budaya yang dilengkapi dengan koridor video editing, ruang pameran dan diskusi, dua classroom, perpustakaan, coworking space hingga open stage,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, dengan rampungnya pembangunan Gedung Alaya Dharma Negara ini mampu mengakomodir kreativitas insan kreatif Denpasar. Menurut Hendar, hal ini tidak terlepas dari ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional, maka perlu dikembangkan lagi model ekosistem ekraf di tengah revolusi industri 4.0 saat ini. “Sehingga dalam pengembangan ekosistem tidak melupakan konservasinya juga agar tidak hilang begitu saja dengan rantai proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Tentunya kehadiran balai budaya yang merupakan gagasan Wali Kota Rai Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan dukungan dari DPRD Denpasar dapat menjadi  ruang  berkreasi dan berinovasi guna menciptakan iklim dan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang berkelanjutan,” paparnya. *wid

BAGIKAN