Gaet Wisatawan Melalui Wisata Kuliner

Musim liburan akhir tahun antara lain dimanfaatkan pengembangan industri kuliner untuk menggaet wisatawan.

KULINER LOKAL- Food court pork republic menampilkan menu kuliner lokal yang dipadukan menu kuliner nasional guna menggaet wisatawan untuk berlibur ke Bali.

Mangupura (bisnisbali.com)-Musim liburan akhir tahun antara lain dimanfaatkan pengembangan industri kuliner untuk menggaet wisatawan. Store Manager Pork Republic, Hendrik Wijaya Sabtu (21/12) menilai Bali berpeluang garap wisata kuliner untuk mengaet wisatawan untuk berlibur ke Bali.

Pelaku pariwisata Bali yang menawarkan kuliner dalam bentuk  usaha Foodcourt tergolong sangat minim. Seperti di Kawasan Seminyak dan Kuta khususnya sangat tepat dipasarkan kuliner dalam bentuk usaha Foodcourt.

Lokasi makan terlihat model gerai atau counter dengan berbagai menu makanan dipastikan mampu mengaet wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) untuk menikmati menu kuliner yang disajikan.

Ia mencontohkan Foodcourt Pork Republic menampilkan menu kuliner 80 persen berbahan daging babi. Bagi yang tidak suka menu babi, bisa memilih menu spesial bebek dan ayam bli made.
Menu yang disajikan memadukan bumbu Bali dan bumbu kuliner secara nasional. Contoh menu umim seperti nasi goreng, mie goreng, bebek dan ayam bli made, martabak telur dan terang bulan.
Hendrik Wijaya melihat menu yang disajikan lebih pas untuk masyarakat Indonesia sehingga pasar utama yang disasar wisatawan domestik.

“Tidak tertutup kemungkinan wisatawan mancanegara (wisman) bisa memikmati menu kuliner nasional yang dipadukan dengan menu lokal ini,” ucapnya.
Ia meyakinkan harga menu yang ditawarkan di kisaran Rp 18.000 sampai Rp 170.000 per porsi. Harga kuliner lebih murah dengan kualitas bersaing. Untuk eksis, industri kuliner mesti dipasarkan melalui media sosial secara aktif. ” Dengan tampilan wisata kuliner, industri kuliner bisa menggaet wisdom dan wisman ke Bali,” tegas Hendrik Wijaya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB. Agung Partha Adnyana sebelumnya mengatakan Bali sangat cocok menyajikan wisata kuliner.
Ia menjelaskan pariwisata Bali tidak hanya bisa hanya  menampilkan keunikan budaya dalam bentuk kesenian maupun upacara adat. Ini melainkan Bali juga berpeluang menggarap wisata kuliner.
Menurutnya, saat ini bisnis kuliner adalah salah satu bisnis pariwisata yang tidak terkena dampak krisis ekonomi. Hampir setiap bulan ada saja restaurant atau outlet kuliner yang dibuka di Bali.
Ketua DPD Gahawisri Bali ini melihat penambahan usaha kuliner ini menunjukkan bisnis kuliner di Bali masih sangat layak dikembangkan. Pengusaha lokal diharapkan ikut turun mengembangkan usaha kuliner.

Usaha kuliner ini juga untuk menopang sektor pariwisata. Wisatawan berlibur ke Bali tidak hanya melihat keunikan budaya. “Mereka berlibur ke Bali juga melihat dan menikmati kuliner di Bali,” ucap IB.Agung Partha Adnyana. *kup

BAGIKAN