Catatan AkhirTahun2019, Bali SulitLampaui Target Kontribusi 7 juta Wisman

Mengawali 2019 pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia 20 juta wisman.

KE BALI – Wisatawan berkualitas yang berlibur ke Bali.

Mengawali 2019 pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia 20 juta wisman. Bali diharapkan berkontribusi 40 persen atau 8 juta wisman untuk pencapaian target nasional 2019. Sejauhmana Bali mampu memberikan kontribusi kunjungan wisman ke Indonesia?

DALAM perjalanan 2019, pemerintah pusat menyesuaikan target 7 juta wisman untuk kontribusi dari Bali. Target 7 juta wisman ke Bali dinilai terlalu optimistis sehingga perluan alisis SWOT untuk memastikan penyebab sulitnya pencapaian target tersebut.
Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya mengatakan, target pemerintah pusatu ntuk Bali 7 juta-8 juta wisman guna pencapaian target nasional 2019 sifatnya terlalu optimistis atau terlalu overconfident. Namun  dalam kenyataannya, pariwisata Bali sulit mencapai target nasional karena pengaruh faktor internal dan eksternal.
Target realistis pencapaian kunjungan wisman ke Bali menurut Sudibya 6,2juta – 6,5 juta wisman. Dalam menentukan target kunjungan harus menentukan kepastian pendekatan yang digunakan, apakah kualitatif atau kuantitatif.

Dengan pendekatan yang jelas, pemerintah bisa membuat master plan atau roadmap  yang jelas diikuti oleh suatu kebijakan-kebijakan yang komprehensif. Ini misalnya kebijakan airlines, marketing, sales and promotion, menentukan destinasi-destinasi penyumbang wisatawan yang jelas, membuat studi komparasi dengan pesaing-pesaing Bali dan Indonesia.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini  menilai pemerintah perlu melakukan analisis SWOT terhadap target nasional 20 juta wisman 2019 dan target Bali 7 juta-8 juta wisman ke Bali yang keduanya sulit tercapai. Ini bisa ibarat pariwisata Indonesia terlalu optimis berlari cukup cepat hanya kompetitor pariwisata Indonesia sudah berlari lebih cepat. “Jadi kita kalah cepat dengan kompetitor di sisi pariwisata,” kilahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, jika pendekatan yang digunakan kualitatif pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali mesti membuat paradigma baru dari Menteri Pariwisata yang baru. “Syarat yang diberlakukan juga harus mengarah pada produk yang berkualitas,” tegas owner Bagus Discovery ini.

Segala permasalahan yang dialami di internal Bali khususnya yang mempengaruhi pariwisata diharapkan segera diselesaikan. Ini agar dapat fokus mengembangkan pasar pariwisata di luar Bali dan luar negeri.
Bagus Sudibya menambahkan,pendekatan kualitas tidak jauh dari upaya membuat kenyamanan dan keamanan suatu destinasi, maka pemerintah diharapkan harus menyelesaikan permasalahan tersebut. “Syarat mutlak pengembangan pariwisata berkualitas, masyarakat dan pelaku pariwisata wajib menerapkan sapta pesona,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menargetkan Bali berkontribusi 7 juta wisman) untuk kunjungan ke Indonesia 2019. Target 7 juta wisman ke Bali 2019 masih sangat sulit tercapai sampai akhir Desember ini.

Target 7 juta wisman ke Bali 2019 sulit tercapai karena keterbatasan daya tampung Bandara I Gusti Ngurah Rai. Bandara internasional di Bali ini maksimum menampung 20.000 wisatawan per hari atau maksimum 600.000 orang per bulan.
Hanya, keterbatasan akses di Bandara Ngurah Rai, sektor pariwisata Bali belum bisa memaksimumkan kapasitas daya tampung bandara. “Pariwisata memiliki daya tampung terbatas sehingga pencapaian pariwisata Bali tidak sepenuhnya bisa berpatokan kuantitas kedatangan  ke Bali,” ucapnya.

Menurutnya, Diparda Bali sudah mengkalkulasi kedatangan wisman ke Bali 2019 diprediksi maksimum 6,3juta wisman. Sampai Oktober 2019 kunjungan wisman ke Bali mencapai 5,2juta wisman. “Sisa target kunjungan 6,3 juta wismanakan dicapai November dan Desember,” jelasnya.

Presiden Jokowi sudah memprogramkan pengembangan pariwisata Indonesia mengarah pada quality tourism. Pariwisata Bali berkontribusi kedatangan wisman ke Indonesia tidak lagi hanya mengacu pada kuantitas kedatangan wisman.
PutuAstawa menambahkan pengembangan pariwisata Bali ke depan juga mengarah pada pariwisata berkualitas. Melihat daya tampung Bali yang terbatas, sektor pariwisata tidak akan berpatokan pada kuantitas wisatawan yang berkunjung melainkan pada kualitas wisman yang berkunjungke Bali. “Ukuran wisatawan berkualitas, lama tinggal wisatawan lebih panjang dan uang yang dibelanjakan di Bali lebih banyak,” tambahnya.*kup

BAGIKAN