2020, Tabanan Digelontor Rp 10 M untuk Pengembangan Hortikultura

2020, nanti Kementrian Pertanian melalui dana APBN menggelontorkan dana Rp 10 miliar ke Kabupaten Tabanan untuk pengembangan sejumlah komoditas hortikultura.

26
HORTIKULTURA - Salah satu pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Tabanan dari anggaran pusat 2019 dan telah terealisasi

Tabanan (bisnisbali.com) –2020, nanti Kementrian Pertanian melalui dana APBN menggelontorkan dana Rp 10 miliar ke Kabupaten Tabanan untuk pengembangan sejumlah komoditas hortikultura. Program tersebut merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Namun alokasinya menurun karena pada 2019 ini program yang sama digelontor Rp 11 miliar lebih.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, I Wayan Suandra, di Tabanan, Jumat (20/12) kemarin mengungkapkan, setiap tahun pemerintah pusat mengucurkan dana untuk pengembangan program peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas hortikultura. Hal tersebut termasuk juga akan diberikan pada tahun mendatang, namun dengan nominal yang lebih kecil dari tahun sebelumnya. Imbuhnya, komoditas hortikultura yang disasar pada program pusat ini mengarah ke bawang putih, bawang merah, manggis, cabai, tanaman obat, dan sayuran.

“Dari semua komoditas yang disasar tersebut, tahun mendatang pada program peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas hortikultura ini lebih difokuskan pada penambahan kawasan komoditi manggis,” tuturnya.

Jelas Suandra, tahun mendatang manggis menjadi fokus dari program tersebut karena Kabupaten Tabanan memiliki potensi tanamam selama ini. Selain itu, perluasan produksi tanaman manggis ini juga sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor yang cenderung meningkat selama ini. Katanya, tahun depan pengembangan tanaman manggis ini dirancang di Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat dan Pupuan dengan total mencapai 200 hektar.

“Nantinya petani akan diberikan dalam bentuk benih dengan jenis manggis kaligesing yang merupakan komoditi unggulan pemerintah pusat, lantaran dagingnya lebih tebal. Selain itu, petani yang mendapat bantuan dari program tersebut juga akan dibantu dengan pupuk organik,” ujarnya.

Sambungnya, 2020 mendatang untuk bantuan program pengembangan kawasan komoditi bawang putih di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Diakuinya, bila 2019  pengembangan kawasan bawang putih mendapat bantuan seluas 225 hektar, pada 2020 bantuan benih bawang putih sama hanya dialokasikan mencapai 150 hektar. Rencananya akan dikembangkan di Kecamatan Pupuan dan Penebel yang merupakan sentra produksi bawang putih selama ini.

Selain manggis dan bawang putih, papar Suandra untuk pengembangan hortikultura jenis tanaman obat berupa jahe akan dibantu mencapai 20 hektar yang akan dikembangkan di Kecamatan Marga dan Penebel. Pengembangan untuk aneka cabai seluas 55 hektar di Kecamatan Baturiti, Marga, Penebel, Kerambitan dan Kediri.

Tambahnya, 2020 nanti untuk pengembangan kawasan sayuran lainnya, di antaranya sayuran daun seperti kol, kubis, selada, sawi ijo yang mencapai 25 hektar merupakan bantuan baru yang didapat Kabupaten Tabanan dari program pengembangan sejumlah komoditas hortikultura. Nanti rencananya, pengembangan kawasan sayuran lainnya ini akan dikembangkan di Kecamatan Baturiti, Penebel dan Marga.

Sementara itu, untuk anggaran pengembangan kawasan hortikultura yang nilainya mencapai Rp 11miliar lebih sudah terealisasi 96,50 persen. Tahun ini program tersebut lebih terfokus pada pengembangan bawang putih mencapai 225 hektar dialokasikan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pupuan mencapai 15 hektar, Kecamatan Baturiti 85 hektar dan Kecamatan Penebel 125 hektar. *man

BAGIKAN