Bupati Giri Prasta Bangga ST Bima Sakti Baturiti Bersatu

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-33 Sekeha Teruna Bima Sakti, Desa Baturiti, Tabanan bertempat di Lapangan Umum Baturuti, Minggu (15/12) lalu.

HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-33 Sekeha Teruna Bima Sakti, Desa Baturiti, Tabanan bertempat di Lapangan Umum Baturuti, Minggu (15/12) lalu.

Mangupura (bisnisbali.com) –Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-33 Sekeha Teruna Bima Sakti, Desa Baturiti, Tabanan bertempat di Lapangan Umum Baturuti, Minggu (15/12) lalu. Kehadiran Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut bersama dengan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan anggota DPRD Tabanan I Wayan Sutha.

Dalam laporannya Ketua Sekeha Teruna,  Komang Sumiartha mengatakan, Sekeha Teruna Bima Sakti merupakan sekeha teruna dari 4 (empat) banjar adat di Baturiti yakni Br. Adat Klod, Tengah, Kaja dan Pekarangan dengan jumlah anggota 500 orang. Kegiatan yang telah dilaksanakan serangkaian peringatan HUT kali ini mulai dari seni, budaya, olah raga hingga bidang keagamaan.

Sementara itu Bupati Giri Prasta merasa bangga melihat Sekeha Teruna Bima Sakti di Baturiti ini bersatu meskipun terdiri atas empat banjar adat. Menurut Giri Prasta, di banjar terdapat tiga pilar yaitu wimuda, winata dan wiwerda. Wimuda adalah anak-anak tingkat SD ke bawah, winata adalah sekeha teruna yang sudah dapat memilah atau memilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan wiwerda yakni orang tua. “Saya merasa bangga karena empat banjar di Baturiti ini sudah menunjukkan diri dengan bersatu. Rasa persatuan ini agar tetap dijaga, karena dengan bersatu setengah perjuangan sudah berhasil, kalau tidak bersatu setengah perjuangan sudah gagal,” tegas Giri Prasta.

Dengan bersatunya sekeha teruna dan masyarakat di Baturiti, Bupati akan siap mendukung pembangunan di setiap banjar yang ada di Baturiti. Selain itu Bupati juga berpesan kepada sekeha teruna agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum, seks bebas, mabuk-mabukan, narkoba ataupun narkotika. “Sebagai generasi penerus bangsa dan tulang punggung negara, sekeha teruna harus meningkatkan kreativitas dalam pelestarian seni, adat dan budaya, sehingga nantinya lahir generasi dengan SDM yang unggul dalam rangka mengisi pembangunan di segala bidang,” terangnya. *adv

BAGIKAN