Orari Lokal Denpasar, Tak hanya Jaya di Udara tapi Peka kepada Sesama

Sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kepekaan pada sesama,

Denpasar (bisnisbali.com) –Sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kepekaan pada sesama, Organisasi Amatir Radio Indonesia ( Orari) Lokal Denpasar, mengajak anggotanya untuk lebih peduli pada sesama khususnya pada mereka yang berkebutuhan khusus. Hal tersebut ditunjukkan dengan membantu menjual karya mereka melalui sebuah lelang.

Aksi sosial yang mengapresiasi hasil karya para penyandang disebilitas tersebut baru pertama kali dilakukan Orari Lokal Denpasar, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-26 Orari lokal Denpasar. Lelang terhadap karya lukisan tersebut, bahkan laku terjual dengan harga yang cukup tinggi. “Kami patok harga awal Rp500 ribu untuk satu lukisan dan rata-rata terjual Rp1 juta, jadi dua kali lipat harga awal. Kami harap dengan ini, akan memberikan semangat pada mereka untuk berkarya lebih baik meski dalam ketidaksempurna,” tutur Ketua Orari Lokal Denpasar, Dewa Ketut Parwika, usai acara lelang.
Lebih lanjut dikatakan, selama ini sudah banyak kegiatan lomba yang dilaksanakan dalam memperingati hari jadi. “Makanya hari ini benar-benar  spesial dan berbeda, dengan menggelar lelang dan memberikan penghargaan kepada pengurus dan anggota dengan dedikasi tinggi,” tukasnya.
Dikatakan sebelumnya pihaknya telah melaksanakan  baksos ke  Yayasan Sehati Bali yang menampung anak berkebutuhan khusus seperti autis dan Yayasan Ikang Papa yang menampung anak tuna netra, tuna rungu, tuna daksa. ” Dari sana kemudian muncul ide untuk menggelar lelang ini. Dengan ini kami dari Orari berharap akan terus memupuk rasa kepedulian dan kepekaan sosial anggota kami, dan mudah-mudahan dapat memotivasi semua pihak untuk lebih peduli,” tandasnya.
Organisasi yang dilatarbelakangi hobi tersebut saat ini telah memiliki anggota 800 orang dengan anggota aktif 300 orang. “Belakangan banyak anggota kami dari kalangan muda, generasi milenial. Jadi Orari tidak lagi hanya dari kalangan tua saja.  Pasalnya dengan kemajuan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 ini,  bisa digunakan berkomunikasi digital,” katanya memungkasi. *pur

BAGIKAN