Kembangkan UMKM Berbasis Kearifan Lokal Bali 

Mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, salah satu program di dalamnya adalah mengembangkan industri berbasis budaya branding Bali.

Wayan Koster

Denpasar (bisnisbali.com) –Mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, salah satu program di dalamnya adalah mengembangkan industri berbasis budaya branding Bali. Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak semua komponen lebih aktif terlibat dalam memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

 Gubernur Koster mengatakan, industri berbasis budaya branding Bali adalah industri kerakyatan berbasis kearifan lokal yang ada pada masyarakat di kabupaten/kota se-Bali. Industri ini tidak membutuhkan modal besar karena skala menengah ke bawah. “Industri berbasis budaya seperti industri pangan dan industri sandang harus terus didorong agar bisa menjadi industri yang berorientasi ekspor,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Koster menambahkan, Bali memiliki produk yang punya keunggulan yang luar biasa di bidang pangan, seperti arak, brem, salak, manggis dan jeruk. “Cuma Bali yang punya branding Bali,” ujarnya.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini berharap, struktur perekonomian di Bali lebih sehat. Kontribusi pertumbuhan perekonomian di Bali lebih banyak ditopang pariwisata dan usaha yang berkaitan dengan pariwisata dan sangat kecil dukungan dari sektor pertanian. “Lima puluh persen lebih kontribusi pertumbuhan ekonomi bersumber dari pariwisata. Hanya sekitar 15 persen yang berasal dari pertanian,” katanya.

Itu sebabnya, Gubernur mengatakan sedang menggalakkan hilirisasi sektor pertanian untuk membangkitkan pertanian di Bali agar kontribusinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan struktur perekonomian akan lebih seimbang antara primer sekunder dan tersier.

Ia mengatakan, hal ini akan membuat Bali lebih tahan terhadap goncangan-goncangan yang menimpa sektor pariwisata baik di tingkat nasional maupun lokal. *pur

BAGIKAN