Hidroponik Alternatif Pertanian Lahan Terbatas

Sebagai upaya pengembangan pertanian di era milenial dengan pola yang sederhana dan sebagai alternatif dari lahan yang terbatas,

Bangli (bisnisbali.com) –Sebagai upaya pengembangan pertanian di era milenial dengan pola yang sederhana dan sebagai alternatif dari lahan yang terbatas, Perusda Bukti Mukti Bakti Kabupaten Bangli menggelar acara pelatihan pola tanam dengan hidroponik, Sabtu (14/12). Acara yang dipusatkan di areal PLTS Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli ini dihadiri Kabag Ekonomi Pemkab Bangli, Kepala Badan Pengelola Geopark Batur, Direktur PerusdaBangli dan peserta pelatihan.

Direktur Perusda Kabupaten Bangli, Alit Putra mengatakan, pola hidroponik mulai dikembangkan sebagai diversifikasi bisnis dari Perusda Bukti Mukti Bakti Bangli, di mana mengacu pada program bisnis dimiliki adalah tiga yaitu pertanian, sumber daya alam dan perbengkelan. Untuk pertanian, selain kopi juga difokuskan di pelatihan ini.

“Mengapa hidroponik? Karena hidroponik ini adalah salah satu jawaban bagi masyarakat, utamanya yang memiliki lahan terbatas bahkan tidak punya lahan. Salah satu contoh dengan pola hidroponik tanaman selada bisa dipanen cukup dengan umur sebulan sekali, sedangkan dengan pola konvensional baru bisa panen antara tiga sampai empat bulan,” katanya.

Menurut Alit Putra, hal ini yang luar biasa dan juga salah satu upaya untuk mendukung pergub energi bersih tentang bangunan hijau. Selain itu, hidroponik juga adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan pertanian dengan perpaduan teknologi, di mana sasarannya adalah pada ketahanan pangan dengan mendukung Pergub 99 tentang Pemakaian dan Pemasaran Produk Lokal. “Oleh karena itu, kenapa di hidroponik dipusatkan di PLTS Bangklet yaitu untuk mengintegrasikan dan memadukan PLTS dengan hidroponik karena untuk tetap menjaga sirkulasi air membutuhkan listrik sehingga bisa saling mengisi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, peserta pelatihan diikuti dari berbagai kalangan baik itu dari Badan Pengelola Geopark Batur yang mana kita berkolaborasi untuk mengembangkan wisata pertanian dan juga wisata edukasi tentang hidroponik.

Selain itu, dari masyarakat petani di Kabupaten Bangli dan bahkan ada yang dari luar Kabupaten Bangli dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang. “Target pelatihan ini adalah untuk dapat membangun komunitas hidroponik, di mana setelah pelatihan kita ada tindakan sustainable, berkelanjutan untuk terus berkomunikasi bagaimana teknologi hidroponik dan perkembangannya, berikutnya bagaimana penyaluran dari pascapanen dari hidroponik yang kita kembangkan untuk dapat diserap di pasaran utamanya hotel dan restoran yang ada di Bali. Hal itu menjadi tujuan dari kita Perusda Bukti Mukti Bakti,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H. M.Hum., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada Perusda di mana pelatihan ini merupakan salah satu upaya memadukan antara teknologi dan pertanian terlebih dengan mengintegrasikan teknologi terbarukan PLTS dengan pertanian pola hidroponik. “Masyarakat Bangli harus sudah mulai berpikir bahwa sampai kapanpun Bangli ini akan bisa maju hanya dengan pertanian, sebab kita sudah dikaruniai sumber daya alam yang luar biasa bagus, danau yang indah, hutan luas yang secara berkelanjutan harus kita jaga dan kita kelola dengan baik untuk kesejahteraan masayarakat Bangli,” katanya.

Ia menambahkan, pola hidroponik adalah hal baru sebagai alternatif pertanian yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Selain itu, panen juga lebih lebih cepat sehingga produksi bisa lebih banyak. “Kepada para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga ke depan para petani di Kabupaten Bangli bisa meningkat derajatnya, dan kita harus bangga menjadi petani,” katanya. *adv

BAGIKAN