OTC Pertemukan Petani dan Pasar Pariwisata

Belakangan pertanian organik sudah mulai dikembangkan di Bali.

10

Mangupura (bisnisbali.com) –Belakangan pertanian organik sudah mulai dikembangkan di Bali. Namun, pasar belum sepenuhnya dapat memberikan harga lebih pada produk organik, karena tidak tahu keasliannya. Selain itu para petani juga kerap terkendala dalam memasok produknya ke  sektor pariwisata.  “Persoalan klasik petani adalah tidak memiliki network dan chanel untuk memasarkan ke sektor pariwisata yang bisa lebih menghargai produk organik. “Makanya perlu sebuah wadah untuk mempertemukan petani dan industri pariwisata. Makanya saya membentuk Organik Trade Center (OTC) ini,” kata I Made Suarnata, penggagas OTC di Kerobokan Kabupaten Badung.

Ia mengarakan, ada kesenjangan memang ketika petani tidak bisa mengakses pasar – pasar di industri pariwisata. “Sebagian petani di edukasi oleh kartel – kartel lokal dan nasional. Oleh karena itu saya pikir medium – medium atau terminal- terminal sehingga antara petani dan pelaku bisnis bisa berdiskusi, mencari informasi, mencari network, mencari dukungan sehingga ini menjadi perjalanan yang memberikan manfaat. Demi lingkungan kita dan juga budaya kita menjadi lestari,” katanya.. Pemasaran produk organik sangat penting karena belakangan masyarakat mulai diresahkan dengan masalah penyakit, masalah gizi dan segala macam. “Mau tidak mau kedepannya masyarakat harus  memilih pangan sehat. Jadi masyarakat harus memilih makanan, karena banyak yang terserang obesitas, dan penyakit degeneratif lainnya,” katanya.  OTC juga menjadi tempat pembelajaran bagi petani terkait bagaimana berinovasi ditengah berbagai persoalan mulai dari lahan menyusut, persaingan penggunaan air. “Makanya tempat ini menjadi tempat  dan saling belajar. Karena kita membangun sebuah gagasan baru, menginovasi dan lebih kreatif. Seperti untuk petani padi agar jangan menjual ke tengkulak,” kata pria asli Kerobokan tersebut. *pur

BAGIKAN