LPD Gelgel Tumbuh Pesat, Bupati Suwirta Harap LPD Beri Bunga Rendah  

LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) yang baik, sudah tentu menunjukkan kinerja yang baik pula setiap tahunnya.

22
KINERJA - LPD Desa Adat Gelgel mampu menunjukkan perkembangan kinerja yang positif setiap tahun.

LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) yang baik, sudah tentu menunjukkan kinerja yang baik pula setiap tahunnya. Kinerja tersebut bisa dilihat dari perkembangan aset, modal, dana pihak ketiga (DPK) dan laba yang diperoleh. Seperti halnya LPD Desa Adat Gelgel, Klungkung.

Kepala LPD Desa Adat Gelgel I Wayan Tista mengungkapkan, berdasarkan neraca pada tahun 2018, LPD Desa Adat Gelgel tercatat memiliki aset sebesar Rp112,7 miliar, modal Rp15,6 miliar, jumlah DPK yang dihimpun yakni tabungan sebesar Rp45,3 miliar, deposito Rp48,8 miliar, kredit yang disalurkan Rp75,3 miliar dan laba yang diraih Rp2,7 miliar. “Selama lima tahun terakhir LPD yang kami pimpin mengalami pertumbuhan yang pesat. Semua capaian ini berkat dukungan penuh desa adat dan masyarakat dari 28 banjar adat. Maka dengan bangga LPD Desa Adat Gelgel dinyatakan sebagai LPD terbesar dan terbaik di Klungkung,” ujar Tista.

Lebih lanjut dikatakan, pengurus LPD, pengurus desa adat dan masyarakat harus selalu bekerja sama untuk memajukan LPD. Selain itu bekerja dengan jujur juga menjadi kunci menjaga eksistensi LPD ke depan. “Kami selalu menekankan kepada pegawai agar bekerja dengan kejujuran. Kalau sudah dilandasi kejujuran maka masyarakat otomatis akan memberi kepercayaan. Inilah yang menjadi landasan sehingga LPD Gelgel terus bertumbuh dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, LPD merupakan lembaga ekonomi desa. LPD dianggap mampu dan berhasil bila semua masyarakatnya menabung dan meminjam uang di LPD. Jika laba yang diraih LPD tinggi berarti laba tersebut berasal dari masyarakat. Untuk itu dirinya mengharapkan LPD termasuk LPD Desa Adat Gelgel dapat memberikan bunga yang rendah dan bersaing, sehingga yang menikmati ke depan adalah masyaraka secara langsung. “Yang terpenting bukan memperoleh laba sebanyak-banyaknya, tetapi LPD dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Bupati Suwirta menegaskan, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap LPD maka LPD harus diawasi oleh bendesa dan prajuru perihal keuangan. Ia juga sudah menugaskan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung untuk mengawasi dan mengaudit lembaga ekonomi yang ada di desa, baik itu menggunakan uang pemerintah maupun uang masyarakat karena masyarakat juga bagian dari pemerintah itu sendiri. *dar

BAGIKAN