Disdukcapil Ajak Kelian Desa Dukung Kepemilikan Akta Perkawinan dan Kematian

Kami mohon kepada para kelian desa adat agar mengemban apa yang menjadi kewajibannya terkait dengan pelayanan administrasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing

16

Singaraja (bisnisbali.com) –  Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng,  Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos., menyampaikan,  dari hasil evaluasi pencatatan data yang telah dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten Buleleng, seperti, akta kelahiran, perekaman KTP elektronik dan data kependudukan lainnya sudah tercatat sangat tinggi. Namun untuk pencatatan data kematian dan perkawinan masih tergolong sangat rendah, dengan demikian Disdukcapil melakukan perjanjian dengan para kelian desa adat yang ada di Kabupaten Buleleng untuk mengoptimalkan pencapaian tersebut.

Dengan adanya kerja sama antara kelian desa dan Disdukcapil maka akan mempermudah masyarakat Buleleng dalam hal penandatangan dokumen. “Kami mohon kepada para kelian desa adat agar mengemban apa yang menjadi kewajibannya terkait dengan pelayanan administrasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Reika, masyarakat memang sudah melaporkan data kematian di setiap desa, tetapi kemungkinan mentok hanya sampai di desa atau di kecamatan saja dan tidak sampai ke Disdukcapil. Dengan demikian database yang ada di Disdukcapil Buleleng masih belum terhapus. “Eksekusinya adalah apabila akta kematian itu diterbitkan oleh kami, otomatis database sudah hilang di Disdukcapil, begitu juga dengan akta perkawinan, apabila sudah dilaporkan kepada kami itu sudah tercatat sebagai status kawin di database kami, ” sambungnya.

Diketahui, sejauh ini, sebanyak 30 orang kelian desa adat dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng yang menyatakan siap mendukung peningkatan kepemilikan akta perkawinan dan akta kematian di Kabupaten Buleleng. Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Buleleng, bersama Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Buleleng, Dewa Putu Budarsa.

30 desa adat ini akan menjadi pilot project dengan harapan tidak hanya 30 desa adat ini  saja yang mendukung peningkatan kepemilikan akta perkawinan dan akta kematian di Kabupaten Buleleng, tetapi kepada seluruh desa adat yang ada di Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Ketua MMDP Buleleng, Dewa Putu Budarsa, mengatakan, sesuai dengan prosedur sebaiknya masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan terlebih dahulu melapor kepada kelian desa adat, sehingga dengan demikian kelian desa adat bisa mengambil ancang –ancang apa yang perlu disiapkan sebelum menjadi tri upasaksi,  dengan demikian dirinya akan mensosialisasikan kembali kepada masyarakat sehingga masyarakat betul-betul mengetahui prosesnya seperti apa.“Kalau memang itu sudah dilaporkan kepada kelian desa adat maka dalam upacara sudiwadani harus ada tri upasaksi dan sudah disiapkan blangko untuk akta perkawinan,” jelasnya.* ira

BAGIKAN