BBPOM Rangkul Pramuka  Awasi Obat dan Makanan 

Untuk mengawasi peredaran obat dan makanan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar merangkul gerakan Pramuka dengan membentuk Satuan Karya (SAKA) Pengawasan Obat dan Makanan (POM). 

Pelantikan Majelis Pembina dan Pimpinan SAKA oleh Sekda Bali, Dewa Indra.

Denpasar (bisnisbali.com)Untuk mengawasi peredaran obat dan makanan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar merangkul gerakan Pramuka dengan membentuk Satuan Karya (SAKA) Pengawasan Obat dan Makanan (POM).
SAKA POM merupakan upaya  BBPOM untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan oleh generasi muda atau yang saat ini lebih dikenal dengan generasi milenial dalam mengawasi peredaran obat dan makanan di Provinsi Bali yang tergabung dalam gerakan Pramuka.

Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, mengatakan SAKA POM dibentuk dalam rangka penguatan cakupan pengawasan obat dan makanan di Bali. Hal tersebut sesuai dengan arahan dari Badan POM agar memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan, maka Gugus Depan Pramuka sebagai salah satu penggerak bangsa Indonesia diyakini dapat mendukung rencana penguatan tersebut.

“Untuk itu kami melakukan Pelantikan SAKA POM Tingkat Kwartir Daerah Bali, Kwarcab Denpasar dan Gianyar sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Ini kami harapkan dapat memberikan inspirasi semangat dalam menjaga masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan,” papar Aryapatni

Lanjut diterangkan SAKA POM dirancang memiliki 3 krida yaitu: Krida Pengujian Obat dan Makanan, Krida Pemeriksaan Obat dan Makanan, serta Krida Pemberi Informasi Obat dan Makanan, yang tentunya masing-masing memiliki syarat-syarat kecakapan khusus (SKK). Maka para anggota Pramuka dapat memberikan sumbangsihnya dalam menjadi perpanjangan tangan Balai POM di Bali, terutama dalam menyampaikan edukasi tentang obat dan makanan kepada masyarakat luas.

Aryapatni mengharapkan SAKA POM di Bali dapat lebih meningkatkan kerja sama dan koordinasi di berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pramuka. Dengan demikian tujuan dari pembentukan SAKA POM dapat tercapai. “Dalam waktu dekat kita akan lakukan kegiatan-kegiatan yang akan melibatkan anggota Pramuka Penegak dan Pandega yaitu perekrutan anggota Saka yang nantinya tergabung dalam Krida-Krida yang ada yakni, Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan dan Krida Informasi Obat dan Makanan,” paparnya.

Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali Terpilih masa bakti 2019 – 2024, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si., mengatakan Pramuka dan BBPOM memiliki spirit yang sama. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tandasnya.

Pramuka Bali bisa menjadi pelopor cerdas memilih produk obat dan makanan yang hendak dikonsumsi. Langkah cerdas dilakukan dengan selalu Cek KLIK, yaitu selalu Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa setiap akan membeli dan menggunakan produk dengan cara.

“Cek kemasannya, apakah kemasannya masih bagus atau sudah rusak, kalau kemasannya sudah rusak sebaiknya kita jangan menggunakannya. Cek labelnya, yaitu tentang komposisi dari pangan tersebut. Cek izin edar, artinya cek produk tersebut apakah telah mendapat izin dari pihak berwenang, dan terakhir cek kadaluwarsa pangan,” ucapnya. Dengan 4 cek ini diedukasi secara masif di kalangan pramuka, akan membantu pemerintah dan bahkan menyelamatkan umat manusia. *pur

BAGIKAN