Pertanian Dikemas sebagai Wisata Agro

Sektor pertanian merupakan kearifan lokal yang menjadi bagian budaya masyarakat Bali

23
-AGRO - Sektor pertanian yang dikemas menjadi wisata agro.

Denpasar (bisnisbali.com)- Sektor pertanian merupakan kearifan lokal yang menjadi bagian budaya masyarakat Bali. Ketua DPD Asosiasi Wisata Agro Indonesia (AWAI) Bali, Bagus Sudibya, Kamis (5/12) dengan sentuhan pariwisata, sektor pertanian akan memberikan nilai tambah setelah dikemas menjadi wisata agro (agro wisata).

Budaya pertanian menjadi salah bagian dari keunikan pariwisata Bali. Sudah terbukti budaya pertanian ini digunakan Bali untuk menopang pengembangan pariwisata Bali.
Ia menjelaskan pengembangan wisata agro wisata mampu mensinergikan pertanian dan pariwisata. Stakeholder pertanian dan pariwisata menciptaan edit value melalui mengembangkan sektor pertanian untuk kepentingan sektor pariwisata.
Bagus Sudibya yang juga Dewan Pembina DPD ASITA Bali, Bagus Sudibya melihat peran pariwisata kongkrit menikmati hasil pertanian. Ini dengan peningkatan nilai tambah pertanian untuk sektor pariwisata.
Konsul Afrika Selatan untuk Bali melihat produk pertanian Bali sudah ditawarkan dalam bentuk produk organik. Ini tentunya akan memberikan nilai tambah dua kali lipat ketimbang produk anorganik.
Jika seandainya sektor agro ini dikawinkan kepariwisata bisa langsung dirasakan wisatawan.  Ini apalagi wisatawan memiliki kesempatan menginap di tengah kegiatan wisata agro.

Kegiatan agrowisata memberikan sensasi yang tidak dapat dihitung.  Wisatawan tidak bisa menghitung kepuasan dirasakan wisatawan menikmati wisata agro.
Owner Bagus Agro Plaga ini meyakini perkawinan pertanian dan pariwisata bisa diibaratkan lingga yoni. Perkawinan pariwisata dan pertanian merupakan hal yang bersifat pantas terjadi. Ini akan menjadi hubungan simbiose multulitis bagaikan air dengan ikan.  Air merupakan pertanian dan ikan pariwisata.
Ia mengibaratkan air tetap akan eksis tanpa ikan. Sementara ikan tidak bisa hidup tanpa air. Pariwisata lebih membutuhkan pertanian. Selama manusia makan maka pertanian akan bisa tetap hidup. Pariwisata butuh pertanian.
Kelestarian sektor pertanian wajib diperjuangkan. Dunia kepariwisataan membutuhkan pertanian yang bekerlanjutan.

Pelaku pariwisata harus membackup dan mencarikan solusi permasalahan yang dihadapi sektor pertanian untuk keberlanjutan pengembangan pariwisata Bali.

“Pengembangan sektor pertanian sinergi pariwisata digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Bali,” tambah Bagus Sudibya.*kup

BAGIKAN